Sarmuji Minta Izin Industri Nikel Barang Jadi Lebih Dipermudah
Soksinews.id - Pemerintah Indonesia tengah mematangkan rencana perubahan kebijakan perizinan industri nikel dengan mengarahkan investasi pada pembuatan produk barang jadi yang bernilai tambah tinggi. Penjelasan tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji saat memaparkan arah kebijakan hilirisasi nasional, Senin (2/11/2026).
Menperin menegaskan dukungannya terhadap wacana moratorium atau penghentian izin baru bagi fasilitas pengolahan yang hanya menghasilkan produk setengah jadi. Sebaliknya, pemerintah menyiapkan kemudahan perizinan bagi investor yang berkomitmen membangun fasilitas manufaktur nikel hingga tahap barang jadi. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan potensi kekayaan alam nasional sekaligus memperkuat struktur industri manufaktur di dalam negeri.
"Kemarin bicara sama Kementerian Investasi dan Hilirisasi juga. Dan ada berita gembira sebenarnya, sudah diwacanakan proses hilirisasi itu," ucap Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji.
Pemerintah berkomitmen memberikan karpet merah bagi pelaku industri yang mampu mengolah nikel hingga tahap akhir.
"Tapi izin-izin yang sampai ke barang jadi itu harus didorong, bahkan dipermudah," sambung Sarmuji.
Kajian mendalam lintas kementerian masih terus dilakukan guna memastikan ketepatan skema regulasi sebelum diputuskan secara resmi.
"Sudah mau ke sana tapi masih dihitung benar sebelum diambil kebijakan yang permanen," ucap Sarmuji.
