Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

DPR dan Kemen PPPA Siapkan Kampanye Nasional Cegah Kekerasan terhadap Anak

✍️ Amun 🕒 02 Nov 2026
Wakil Ketua Umum Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia/DPR dan Kemen PPPA Siapkan Kampanye Nasional Cegah Kekerasan terhadap Anak
Wakil Ketua Umum Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia/DPR dan Kemen PPPA Siapkan Kampanye Nasional Cegah Kekerasan terhadap Anak Foto: Istimewa

Soksinews.id - DPR RI bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memperkuat kolaborasi untuk menangani sekaligus mencegah kekerasan terhadap anak di Indonesia. Upaya tersebut dinilai mendesak menyusul meningkatnya perhatian terhadap berbagai kasus kekerasan yang mengancam keselamatan anak.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ahmad Doli Kurnia bersama anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya dengan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi di Kantor Kemen PPPA, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Usai pertemuan, Ahmad Doli menilai persoalan kekerasan terhadap anak sudah berada dalam situasi darurat sehingga membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

"Ini tetap berkaitan dengan soal bagaimana kita menyelamatkan anak-anak Indonesia dari kekerasan. Situasi ini sebetulnya sudah bisa disebut sudah darurat ya sebetulnya begitu ya. Ini wake-up call-lah buat kita semua bahwa anak-anak ini tidak boleh dibiarkan," ujar Doli.

Inisiator ADK Movement tersebut menekankan bahwa penanganan kekerasan terhadap anak tidak bisa hanya dibebankan kepada Kemen PPPA. Menurutnya, diperlukan sinergi antara lembaga pemerintah, legislatif, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

"Ini harus ada kolaborasi, harus ada sinergi semua stakeholder, baik ada di pemerintah maupun di masyarakat, semua tingkatan, ya," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Menteri PPPA membutuhkan dukungan lintas kementerian dan lembaga agar upaya perlindungan anak dapat berjalan lebih menyeluruh.

"Di level kementerian, mungkin sudah banyak juga selain Menteri PPPA, karena Bu Menteri ini enggak bisa dibiarkan sendiri untuk menghadapi masalah ini, ya," tambahnya.

Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyambut baik pertemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa penanganan kekerasan terhadap anak harus dilakukan tidak hanya melalui penyelesaian kasus, tetapi juga dengan memperkuat pencegahan sejak dari lingkungan keluarga.

Menurut Arifatul, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun perlindungan anak. Karena itu, pemerintah ingin mendorong pendekatan yang lebih menyentuh akar persoalan agar kasus kekerasan dapat dicegah sebelum terjadi.

"Kami, khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, tidak ingin hanya menjadi pemadam kebakaran. Setiap kasus kami selesaikan... tapi di sisi yang paling penting adalah kita ingin menyelesaikan di tingkat hulu, yaitu keluarga," tutur Arifatul.

Ia menambahkan, penguatan karakter anak perlu dilakukan melalui penanaman nilai moral, agama, akhlak, dan budi pekerti. Selain itu, keterlibatan masyarakat hingga tingkat desa juga dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

"Kita bentengi anak-anak kita bukan dengan peraturan atau benteng pagar besi yang tinggi, tetapi benteng yang kita tanamkan pada anak-anak kita adalah benteng yang tertanam dalam hati, yaitu nilai-nilai agama, akhlakul karimah, dan budi pekerti," pungkasnya.

Sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut, DPR RI dan Kemen PPPA berencana menggelar kampanye serentak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kekerasan terhadap anak.

A
AmunPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan