Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

BSNPG Apresiasi Penunjukan Bahlil dan Sarmuji Di Kabinet Merah Putih

✍️ Ozi 🕒 05 Oct 2026
Sekretaris Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) Azhar Adam
Sekretaris Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) Azhar Adam Foto: Istimewa

Soksinews.id -  Sekretaris Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) Azhar Adam yakin dan mengapresiasi kepercayaan Presiden Prabowo Subianto kepada dua kader Partai Golkar, Bahlil Lahadalia dan Muhammad Sarmuji, untuk mengoptimalkan tulang punggung ekonomi dari hulu hingga hilir dengan menduduki posisi strategis dalam pemerintahan.

Bahlil dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus tetap menjalankan tugas sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sementara Muhammad Sarmuji dipercaya sebagai Menteri Perindustrian. Keduanya dilantik dalam perubahan susunan Kabinet Merah Putih pada 1 Oktober 2026.

Menurut Azhar, penempatan dua kader Golkar tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan representasi politik, tetapi juga menjadi kepercayaan terhadap bobot personal, jam terbang, serta kepiawaian keduanya dalam mengawal agenda strategis pemerintah.

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan kepercayaan kepada dua kader Partai Golkar, Bahlil Lahadalia dan Muhammad Sarmuji, untuk memegang dua posisi yang sangat strategis bagi masa depan ekonomi Indonesia. Bagi kami, ini bukan hanya kehormatan kepada Partai Golkar, ini juga amanah besar untuk berikhtiar secara paripurna bagi republik ini,” ujar Azhar.

Azhar: Bahlil dan Sarmuji Jadi Garda Transformasi Ekonomi

Azhar menilai penempatan Bahlil dan Sarmuji memiliki keterkaitan dengan agenda transformasi ekonomi nasional, terutama dalam memperkuat hubungan antara hilirisasi dan industrialisasi. "Ini ibarat hilir dan hulu yang terkoneksi dalam satu rantai erat," urainya

Menurut Azhar, hilirisasi tidak cukup berhenti pada pengolahan sumber daya alam menjadi produk antara. Kebijakan tersebut perlu terhubung dengan kemampuan industri nasional untuk menstimulus dan membidani produk yang bernilai tambah, memperluas lapangan kerja, meningkatkan daya kompetitif, dan mengakselerasi penerimaan negara.

“Argumentasi tersebut memperlihatkan bahwa Kementerian Perindustrian bukan melulu kementerian teknis. Industri adalah generator raksasa untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Jadi, kepercayaan ke Sarmuji harus dibaca sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat industrialisasi nasional," papar Azhar.

Sementara, sambung dia, mandat kepada Bahlil untuk mengoordinasikan hilirisasi dan transisi energi menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan sumber daya alam Indonesia menghasilkan nilai tambah yang lebih optimal di dalam negeri.

Azhar mebeberkan Data Kementerian Perindustrian menunjukkan, industri pengolahan berkinteibusi 19,07 persen terhadap PDB nasional pada 2025 dan naik 5,30 persen. Di triwulan II 2026, industri pengolahan nonmigas tercatat melonjak 5,32 persen secara tahunan. Sektor tersebut juga disebut menyumbang 39,7 persen realisasi investasi nasional, menyedot lebih dari 20 juta tenaga kerja, dan menyumbang sekitar 82 persen terhadap ekspor nasional pada semester pertama 2026.

Dari sisi hilirisasi, kata Azhar, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah proyek prioritas. Kementerian ESDM sebelumnya mencatat 18 dokumen pra-studi kelayakan proyek hilirisasi dengan total nilai investasi sekitar USD38,63 miliar atau setara Rp. 618,13 triliun.

Setelah mendapat mandat baru, Bahlil sendiri menyatakan koordinasi hilirisasi dan transisi energi akan diarahkan untuk mempercepat eksekusi program pemerintah. Ia juga menyebut sektor ESDM memiliki keterkaitan besar dengan agenda hilirisasi.

Azhar menilai kondisi tersebut menunjukkan besarnya pekerjaan yang harus dikawal Bahlil.

“Pekerjaan besar untuk memastikan hilirisasi tidak berhenti pada jargon atau groundbreaking, ada tetapi benar-benar menjadi industrialisasi yang menciptakan nilai tambah, lapangan pekerjaan berkualitas, memperkuat penerimaan negara dan meningkatkan daya saing Indonesia. Di sinilah ukuran keberhasilan harus diletakkan,” tegasnya.

Azhar Adam Minta Kepercayaan Presiden  kepada Kader Golkar Dibayar Kontan dengan Kinerja

Menurut Azhar ada sinergitas kuat yang dilihat oelh Presiden antara mandat Bahlil dan Sarmuji dalam satu rantai transformasi ekonomi. Menurutnya, koordinasi hilirisasi perlu diikuti kemampuan industri nasional untuk menyerap bahan baku, membangun rantai pasok, dan menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

"Kepercayaan Presiden kepada Bahlil dan Sarmuji sekaligus menjadi ujian terhadap kualitas kaderisasi Partai Golkar. Sebagai kader kita akan sama-sama buktikan itu," tegasnya.

Azhar juga menyampaikan bahwa BSNPG siap mengawal pemerintahan Presiden Prabowo secara konstruktif melalui penguatan partisipasi politik masyarakat dan pendidikan politik berbasis data.

Ia berharap mandat baru tersebut menjadi momentum bagi Bahlil dan Sarmuji untuk menunjukkan kinerja konkret dalam sektor masing-masing.

“Kami mengucapkan selamat kepada Bahlil Lahadalia dan Muhammad Sarmuji. Selamat bekerja, selamat mengemban amanah. Kepercayaan Presiden adalah kehormatan, tetapi sekaligus tanggung jawab. Rakyat menunggu hasil kerja nyata,” tutup Azhar Adam.

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan