Wamendag Dyah Roro Sebut Ekspor Alat Musik Tembus Rp6,2 Triliun
Soksinews.id - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mencatat nilai ekspor alat musik buatan Indonesia mencapai 397,1 juta dolar AS atau sekitar Rp6,2 triliun pada periode Januari hingga Agustus 2026. Penjelasan tersebut disampaikan Wamendag Dyah Roro di sela kegiatan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10/2026).
Selain perdagangan instrumen manufaktur, pemerintah mendorong ekspansi ekspor jasa musik serta talenta kreatif nasional ke pasar Internasional. Melalui sinergi bersama Kementerian Kebudayaan dan optimalisasi jaringan perwakilan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara, pemerintah berkomitmen memperluas pasar ekspor alat musik modern maupun tradisional sekaligus mengangkat industri musik sebagai salah satu penggerak utama ekonomi kreatif nasional.
"Menyikapi itu, kami terus mendorong pengembangan ekspor musik dan alat musik Indonesia untuk memperluas penetrasi pasar internasional sekaligus memperkuat kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional," kata Dyah Roro di sela kegiatan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Makassar, Sulsel, Kamis (29/10/2026).
Pemerintah menyoroti bahwa perdagangan internasional Indonesia tidak hanya bertumpu pada komoditas barang, melainkan juga sektor jasa komersial.
“Apakah di Kementerian Perdagangan hanya ekspor barang? Ternyata kita juga memiliki ekspor jasa,” ujarnya.
Penetrasi produk alat musik nasional terbukti telah menjangkau pasar utama dunia seperti Amerika Serikat, Jepang, hingga Jerman.
Penguatan jaringan promosi luar negeri dan kolaborasi lintas lembaga diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi seluruh pelaku industri kreatif di tanah air.
"Kolaborasi pemerintah, musisi, komunitas, dan pelaku usaha diharapkan mampu menjadikan musik sebagai salah satu kekuatan ekspor nasional," ujarnya.
