Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Maman Abdurrahman Dorong Pemerataan Kredit UMKM, Fokus Wilayah Luar Jawa

✍️ Amun 🕒 02 Nov 2026
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman/Maman Abdurrahman Dorong Pemerataan Kredit UMKM, Fokus Wilayah Luar Jawa
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman/Maman Abdurrahman Dorong Pemerataan Kredit UMKM, Fokus Wilayah Luar Jawa Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong pemerataan akses pembiayaan dan pendampingan usaha bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa.

Menurut Maman, pemerataan akses permodalan dan fasilitas pengembangan usaha penting dilakukan agar seluruh pelaku UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas pasar.

Ia menilai, kebijakan pemberdayaan UMKM harus mempertimbangkan kondisi geografis Indonesia yang luas serta memiliki karakteristik dan kebutuhan usaha berbeda di setiap daerah.

“Indonesia tidak hanya di Jawa, tapi Indonesia terdiri dari berbagai macam ragam dan luas wilayah yang cukup luar biasa besarnya,” kata Maman di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (29/10/2026).

Untuk mendukung pemerataan tersebut, Kementerian UMKM mengembangkan platform digital Sapa UMKM sebagai ekosistem layanan terpadu bagi para pelaku usaha.

Platform ini dirancang untuk menghubungkan berbagai kebutuhan UMKM, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, pengurusan legalitas, sertifikasi, digitalisasi, pembiayaan, hingga perluasan akses pasar.

“Kami mencoba mendorong menyiapkan ekosistem pemberdayaan usaha mikro, kecil, menengah yang menghubungkan peningkatan usaha, legalitas, sertifikasi, digitalisasi, pembiayaan hingga akses pasar bagi UMKM di dalam satu platform digital yang sudah kita launching yang bernama Sapa UMKM,” ujarnya.

Maman menjelaskan, pengembangan Sapa UMKM juga akan melibatkan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi serta mempermudah pelaku usaha mendapatkan layanan sesuai kebutuhan masing-masing.

Menurutnya, pendekatan pemberdayaan yang terintegrasi diperlukan karena setiap UMKM menghadapi tantangan berbeda. Kondisi usaha, kemampuan manajemen, serta ketersediaan fasilitas pendukung di daerah menjadi faktor penting dalam menentukan program pengembangan.

Selain melalui layanan digital, Kementerian UMKM juga memperkuat pendampingan bagi pengusaha mikro perempuan melalui program Laksmi (Langkah Akselerasi Kapasitas Usaha Mikro Inklusif) dan penyelenggaraan bursa wirausaha unggulan.

Kedua inisiatif tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas kewirausahaan, sekaligus membuka peluang akses pembiayaan serta kemitraan bisnis bagi pelaku UMKM.

Maman menegaskan, pemerataan pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya dilakukan melalui pemberian modal. Akses pembiayaan harus disertai pendampingan agar dana yang diperoleh dapat dikelola secara optimal, meningkatkan produktivitas, dan menjaga keberlanjutan usaha.

Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pemberdayaan UMKM.

A
AmunPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan