Menteri Maman Abdurrahman Dorong Pendampingan Intensif Bagi Pelaku UMKM
Soksinews.id - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa perluasan akses pembiayaan bagi sektor UMKM harus berjalan seiring dengan pendampingan usaha yang intensif. Keterangan tersebut disampaikan Maman pada forum pembiayaan di Bali, Jumat (30/10/2026).
Maman menjelaskan bahwa pengucuran dana kredit tidak akan memberikan dampak optimal jika pelaku usaha mikro masih terkendala minimnya pencatatan keuangan serta literasi finansial. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian UMKM meluncurkan platform digital Sapa UMKM yang mengintegrasikan layanan legalitas, sertifikasi, pembiayaan, hingga akses pasar secara terpadu bersama pemerintah daerah di seluruh Indonesia, di tengah capaian positif penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menembus Rp264 triliun kepada lebih dari 4 juta debitur.
"Maka dari itu kami mencoba mendorong menyiapkan ekosistem pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah yang menghubungkan peningkatan usaha, legalitas, sertifikasi, digitalisasi pembiayaan hingga akses pasar bagi UMKM ke dalam satu platform digital yang sudah kami launch bernama Sapa UMKM, di mana nantinya sistem besar ini akan kita integrasikan juga dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kota agar lebih menjadi satu kesatuan dalam pemberian pelayanan," jelas Maman dikutip Jumat (30/10/2026).
Pemerintah terus memacu efektivitas KUR agar benar-benar menyasar kegiatan usaha yang bernilai tambah tinggi bagi perekonomian nasional.
Pengalokasian porsi kredit produktif terbukti melampaui target yang telah ditetapkan dalam rapat komite pembiayaan.
"Sampai hari ini kami telah berhasil mencapai angka 65,9% untuk pendistribusian KUR ke sektor produksi. Jadi tahun lalu kami ditargetkan 60%, berdasarkan rapat komite pembiayaan, kami ditugaskan tahun ini 65,9% dan alhamdulillah sekarang tercapai," kata Maman.
Peningkatan jumlah debitur baru dan graduasi pelaku usaha naik kelas menjadi fokus utama pemerintah dalam membangun daya saing UMKM yang berkelanjutan.
