Golkar Gelar Rakornas MPO Dan Semiloka AI Perkuat Kampanye Digital
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji menginstruksikan seluruh kader untuk membangun kekuatan komunikasi di ruang digital secara kolektif dan terorganisasi guna memperkuat citra positif partai serta Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Penjelasan tersebut disampaikan Sarmuji dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) yang dirangkaikan dengan Semiloka Kecerdasan Artifisial (AI) Golkar 2026 di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (6/11/2026). Melalui optimalisasi potensi kader organik yang memiliki banyak pengikut di media sosial, Golkar menargetkan penyebaran narasi positif serta pemanfaatan momentum konten viral ketua umum tanpa harus mengandalkan jasa buzzer berbayar, sekaligus memperkuat efektivitas kerja organisasi melalui penguasaan teknologi kecerdasan artifisial.
"Kalau ini menjadi gerakan yang masif, kita punya pasukan organik di udara, tidak perlu menyewa buzzer. Kita dalam satu barisan yang sama untuk mempublikasikan setiap konten bagus dan ketua umum lagi sangat viral," kata Sekjen DPP Partai Golkar, Sarmuji dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) yang dirangkaikan dengan Seminar Lokakarya (Semiloka) Kecerdasan Artifisial (AI) Golkar 2026, di Kantor DPP Golkar, di Jakarta, Jumat, 6 November 2026.
Tingginya antusiasme serta respons positif warganet terhadap aktivitas ketua umum dipandang sebagai peluang strategis dalam memengaruhi persepsi publik.
"Konten ini sebulan yang lalu atau dua bulan yang lalu sudah dilihat sekitar 6 juta orang. Dan nyaris semua komentarnya positif semua," ucap Sarmuji.
Partai berlambang pohon beringin ini mendorong jajarannya untuk memanfaatkan jangkauan media sosial secara simultan dalam membentuk opini masyarakat.
"Kita bisa memanfaatkan efek viralnya ketua umum itu untuk mengintersep alam pikiran orang lain, masyarakat," ujar Sarmuji.
Pemanfaatan kecerdasan artifisial difokuskan untuk mengakselerasi transformasi organisasi modern serta meningkatkan kualitas pengolahan informasi publik.
"Transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi partai politik yang ingin terus berkembang menjadi organisasi modern. Kami ingin seluruh jajaran Golkar memahami dan memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, secara tepat dan bertanggung jawab," kata Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, Nurul Arifin di tempat yang sama.
"Pemanfaatan AI tidak hanya berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga menghasilkan penerapan nyata dalam aktivitas organisasi. Teknologi tersebut harus mampu meningkatkan kualitas pekerjaan, mempercepat pengolahan informasi, serta memperkuat efektivitas komunikasi politik partai," ucap Nurul.
