Menteri Maman Abdurrahman Resmikan Penyaluran KPPS Suku Bunga Flat
Soksinews.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bekerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) resmi menandatangani kerja sama penyaluran Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS) dengan suku bunga flat sebesar 8 persen per tahun. Penjelasan tersebut disampaikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Jakarta, Jumat (6/11/2026). Maman menegaskan bahwa skema pembiayaan produktif ini diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto guna memperluas akses permodalan terjangkau bagi perempuan pengusaha ultra mikro di seluruh Indonesia.
Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi bunga sebesar Rp2,62 triliun pada tahun anggaran 2026, yang diawali dengan proyek percontohan (pilot project) bagi 1.000 hingga 2.000 nasabah serta kewajiban pendampingan usaha berkala secara intensif oleh lembaga penyalur.
"Ide ini diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo. Tujuannya untuk membuka akses pembiayaan produktif bagi perempuan prasejahtera. Melalui skema ini, pembiayaan usaha menjadi semakin terjangkau karena mendapatkan subsidi bunga dari pemerintah," ujar Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, dikutip Jumat (6/11).
Pemerintah meminta PNM agar mengawal pelaksanaan program ini secara transparan, tepat sasaran, dan akuntabel di lapangan.
"Jadi sekali lagi, saya berikan aplaus buat PNM, saya mohon sekali kepada PNM agar jaga betul program ini, realisasikan secara baik, secara benar dan yang terpenting tepat sasaran, terukur, serta bermanfaat," kata Maman.
Pemberdayaan perempuan prasejahtera difokuskan pada pemberian pendampingan rutin, pelatihan manajemen keuangan, hingga evaluasi kapasitas bisnis secara berkelanjutan.
"Kementerian UMKM akan terus mengawal agar program ini tepat sasaran sehingga manfaatnya dirasakan perempuan prasejahtera di seluruh Indonesia. Karena itu, saya meminta PNM menjalankan seluruh kewajibannya sebagai bagian penting dari pelaksanaan Program KPPS," tegas Maman.
