Menteri P2MI Mukhtarudin Dan UKI Resmikan Migrant Center Kampus
Soksinews.id - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) meresmikan kerja sama strategis dengan Universitas Kristen Indonesia (UKI) melalui peluncuran Migrant Center di lingkungan kampus untuk mencetak calon pekerja migran Indonesia (CPMI) berdaya saing global. Penjelasan tersebut disampaikan Menteri P2MI Mukhtarudin usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kantor KP2MI, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Kerja sama lintas sektor ini dirancang sebagai simpul peningkatan kompetensi teknis, sertifikasi profesi, serta pelatihan bahasa asing guna menjembatani lulusan perguruan tinggi menuju pasar kerja internasional di sektor formal dan profesional, sesuai dengan transformasi kelembagaan Kementerian P2MI yang kini memegang peran penuh sebagai regulator sekaligus operator penempatan dan pelindungan tenaga kerja ke luar negeri.
"Kalau dulu hanya operator, regulatornya berada di Kementerian Ketenagakerjaan. Sekarang urusan pekerjaan ke luar negeri, baik magang maupun bekerja, menjadi urusan Kementerian P2MI. Jadi, stakeholder dan focal point untuk urusan pekerja migran Indonesia adalah Kementerian P2MI," jelas Mukhtarudin.
Pemerintah menargetkan pergeseran kualifikasi pekerja migran dari sektor berkeahlian rendah menuju tenaga profesional bernilai tambah tinggi.
"Pemikiran kita harus naik kelas. Sekarang sudah banyak pekerja migran Indonesia yang masuk sektor formal dan profesional. Bahkan, tidak sedikit sarjana dan tenaga engineering Indonesia yang bekerja di luar negeri," ungkap Menteri Mukhtarudin.
Inisiatif penguatan kompetensi terpadu ini difokuskan untuk mengatasi kesenjangan antara kualifikasi akademis lulusan nasional dan kriteria industri global.
"Persoalannya bukan karena kita tidak memiliki sumber daya manusia. Potensinya besar, tetapi masih ada kesenjangan antara output pendidikan kita dengan kebutuhan kompetensi global. Salah satu kendala paling besar adalah bahasa, selain keterampilan teknis dan sertifikasi profesi," ujar Menteri.
Integrasi peran perguruan tinggi dalam Migrant Center diharapkan dapat memperluas penyerapan tenaga kerja terdidik sekaligus menjamin jaminan pelindungan hukum bagi seluruh pekerja migran asal Indonesia.
