Jumat, 06 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Airlangga Ungkap Penopang Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen, Investasi Tembus Rp528,7 Triliun

✍️ Amun 🕒 05 Nov 2026
Menko Airlangga Hartarto Tegaskan Ketahanan Ekonomi Nasional Tetap Terjaga
Menko Airlangga Hartarto Tegaskan Ketahanan Ekonomi Nasional Tetap Terjaga Foto: batamtoday.com

Soksinews.id - Perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III-2026 di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kinerja tersebut ditopang oleh kuatnya konsumsi domestik, belanja pemerintah, aktivitas industri pengolahan, serta peningkatan investasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, capaian tersebut menunjukkan perekonomian nasional masih mampu mempertahankan pertumbuhan di tengah berbagai tekanan eksternal, mulai dari gejolak harga minyak dunia, kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS), hingga dampak fenomena El Nino.

"Di tengah ketidakpastian, pertumbuhan ekonomi kita masih baik, 5,47% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan secara kumulatif year-to-date (ytd) sebesar 5,45%," ujar Airlangga dalam konferensi pers pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026, Kamis (5/11/2026).

Airlangga menjelaskan, kondisi perekonomian global masih menghadapi sejumlah tantangan. Harga minyak dunia sempat menembus US$117 per barel pada akhir Oktober sebelum terkoreksi menjadi US$94,6 per barel.

Selain itu, dampak El Nino diperkirakan mencakup sekitar 61 persen wilayah Indonesia. Tekanan juga datang dari pasar keuangan global, dengan suku bunga acuan Federal Reserve (Fed Funds Rate/FFR) berada di kisaran 3,75-4 persen dan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury tenor 10 tahun mencapai 4,86 persen.

Di tengah kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan mencapai 3,1 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 3,4 persen pada tahun berikutnya. Perdagangan dunia diproyeksikan tumbuh 4,6-4,7 persen, sedangkan inflasi global diperkirakan turun dari 4,7 persen menjadi 4,1 persen.

Airlangga juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara anggota G20. China mencatat pertumbuhan 4,5 persen, Korea Selatan 3,4 persen, Jerman 1,2 persen, dan Jepang 0,7 persen. Sementara itu, India mencatat pertumbuhan sebesar 7,8 persen.

"Pertumbuhan ekonomi kita masih baik, 5,47% year on year dan kumulatif year to date 5,45%. Capaian lebih tinggi dari berbagai negara lain G20 China 4,5%, Korsel 3,4%, Jerman 1,2%, Jepang 0,7%," katanya.

Sementara itu, sejumlah lembaga internasional, termasuk Dana Moneter Internasional (IMF), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), dan Asian Development Bank (ADB), memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5-5,2 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 terutama ditopang oleh permintaan domestik, khususnya konsumsi rumah tangga.

Airlangga mengungkapkan, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen dengan kontribusi mencapai 51,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Sementara itu, konsumsi pemerintah mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 8,95 persen. Peningkatan tersebut antara lain didorong percepatan realisasi belanja pemerintah pada kuartal II dan III-2026.

Belanja tersebut berkaitan dengan pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes).

Dari sektor perdagangan, ekspor Indonesia tumbuh 4,58 persen, meningkat dibandingkan kuartal II-2026 yang tercatat sebesar 4,07 persen. Adapun impor tumbuh 7,31 persen, terutama untuk memenuhi kebutuhan produksi dan investasi, termasuk bahan baku serta barang modal.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. Sektor ini memiliki kontribusi sebesar 19,22 persen terhadap PDB dan mencatatkan pertumbuhan 5,8 persen.

Sejumlah subsektor industri juga menunjukkan kinerja positif. Industri makanan dan minuman tumbuh 7,09 persen, industri kimia dan farmasi sebesar 8,1 persen, sedangkan industri logam dasar mencapai 9,94 persen.

Menurut Airlangga, perkembangan tersebut turut berkaitan dengan kebijakan hilirisasi serta peningkatan aktivitas industri otomotif yang tumbuh 6,14 persen.

Selain industri pengolahan, sejumlah sektor jasa juga mencatatkan pertumbuhan tinggi. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 11,22 persen, jasa keuangan 8,47 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 7,13 persen.

Sektor konstruksi juga mengalami pertumbuhan sebesar 6,42 persen. Airlangga menyebut aktivitas pembangunan perumahan, Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat turut mendukung kinerja sektor tersebut.

Dari sisi investasi, realisasi pada kuartal III-2026 mencapai Rp528,7 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 745.634 orang.

Airlangga juga menyoroti peningkatan porsi investasi di luar Pulau Jawa yang mencapai 51,4 persen. Kondisi tersebut menunjukkan semakin besarnya aktivitas investasi di berbagai wilayah Indonesia.

Secara kumulatif, realisasi investasi telah mencapai Rp1.539,2 triliun atau sekitar 75 persen dari target yang ditetapkan.

Sementara itu, investasi pada sektor hilirisasi selama kuartal III-2026 mencapai Rp179,9 triliun atau tumbuh 19,4 persen secara tahunan.

Peningkatan investasi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung aktivitas produksi dan pengembangan industri nasional.

Airlangga menyampaikan, pertumbuhan ekonomi juga diikuti sejumlah perkembangan positif pada indikator ketenagakerjaan dan kesejahteraan masyarakat.

Jumlah penduduk bekerja meningkat sebanyak 1,44 juta orang menjadi 147,99 juta orang. Pada periode yang sama, jumlah pengangguran berkurang sekitar 77 ribu orang dengan tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 4,75 persen.

Selain itu, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 430 ribu orang sehingga tingkat kemiskinan turun menjadi 8,07 persen.

Pemerintah memperkirakan momentum pertumbuhan ekonomi masih dapat berlanjut pada kuartal IV-2026. Airlangga menyebut permintaan domestik dan aktivitas ekonomi nasional diharapkan tetap menjadi penopang pertumbuhan hingga akhir tahun.

"Momentum ekonomi diperkirakan tetap solid untuk kuartal IV," ujarnya.

A
AmunPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan