Kamis, 05 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Cegah Stunting, Kemendukbangga Libatkan 600 Ribu Tim Pendamping Keluarga

✍️ Amun 🕒 05 Nov 2026
Wihaji Tegaskan BKKBN Fokus Distribusikan MPASI Bagi Balita
Wihaji Tegaskan BKKBN Fokus Distribusikan MPASI Bagi Balita Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, memastikan bantuan melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) disalurkan langsung kepada keluarga dan anak penerima manfaat. Mekanisme tersebut diterapkan untuk menjaga transparansi penyaluran sekaligus menghindari potensi persoalan administrasi dan hukum, termasuk kemungkinan bantuan dikategorikan sebagai gratifikasi.

Wihaji menegaskan, kementeriannya tidak menjadi perantara dalam proses penyaluran bantuan dari orang tua asuh kepada penerima manfaat.

"Kita memberikan kepercayaan bahwa bantuan Orang Tua Asuh Cegah Stunting tidak melalui kementerian. Sehingga nanti jangan ada masalah di kemudian hari. Kalau lewat kita, bisa jadi nanti termasuk gratifikasi, karena itu semua bantuan-bantuan orang tua asuh langsung ke penerima manfaat," kata Wihaji usai GENTING Collaboration Summit 2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Menurut Wihaji, keberhasilan program GENTING nantinya dapat dilihat melalui perkembangan angka prevalensi stunting di Indonesia. Ia menyebut prevalensi stunting pada 2024 tercatat sebesar 19,8 persen, sedangkan angka untuk 2025 masih menunggu hasil penilaian kementerian terkait.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Kemendukbangga/BKKBN mengandalkan pendampingan keluarga dan anak penerima manfaat melalui tim pendamping keluarga.

Wihaji menyebut saat ini terdapat sekitar 600.000 tim pendamping keluarga yang terlibat dalam berbagai program pendampingan masyarakat, termasuk pelaksanaan GENTING.

Pendampingan dilakukan dengan memperhatikan jumlah penerima manfaat, lokasi penyaluran, serta identitas keluarga dan anak yang memperoleh bantuan. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah dapat memastikan bantuan diberikan kepada sasaran yang telah ditentukan.

"Kita punya 600.000 tim pendamping keluarga, setiap program tentang Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting didampingi. Berdasarkan penerima manfaat, lokasi, tempat, siapa, dan yang mana yang dibantu, itu semuanya didampingi," ujarnya.

Wihaji menjelaskan, tim pendamping keluarga memiliki peran penting dalam mengawal proses penyaluran bantuan dari orang tua asuh kepada anak asuh. Selain melakukan pendampingan, sebagian anggota tim tersebut juga terlibat langsung sebagai orang tua asuh dalam gerakan pencegahan stunting.

A
AmunPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan