Menperin Sarmuji Sebut Pangsa Pasar Ekspor Sagu Indonesia Ke Jepang Naik
Soksinews.id - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengungkapkan bahwa pangsa pasokan pati sagu Indonesia di pasar Jepang mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 14 persen pada 2025. Penjelasan tersebut disampaikan Sarmuji usai membuka gelaran Sago Business Forum 2026 di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Capaian tersebut mencatatkan lonjakan drastis jika dibandingkan dengan posisi pada 2021 yang baru menyumbang 2 persen. Tren kenaikan penetrasi ekspor komoditas sagu lokal ini berjalan seiring dengan lonjakan total volume permintaan impor pati sagu Negeri Sakura yang menyentuh angka 10,5 juta ton, atau tumbuh sebesar 35 persen dalam lima tahun terakhir.
"Kami mengirimkan porsi ekspor sagu yang lebih besar ke Jepang. Data terbaru untuk 2025 menunjukkan bahwa kami memasok 14% dari kebutuhan pati sagu Jepang, yang menandai peningkatan cukup jelas," kata Sarmuji setelah membuka Sago Business Forum 2026 seperti dikutip Antaranews.
Pemerintah mendorong penguatan keterlibatan akademisi serta praktisi internasional guna mempermudah alih teknologi pengolahan sagu di dalam negeri.
"Sebelumnya, ada seseorang, seorang profesor dari Jepang, yang menawarkan diri menjadi penghubung antara Indonesia dan Jepang, khususnya terkait sagu. Bahkan, dia mengatakan, 'Tanyakan apa saja kepada kami tentang sagu.' Itu sungguh luar biasa," ujar Sarmuji.
Kementerian Perindustrian mengundang para investor luar negeri untuk menanamkan modal secara langsung pada sentra-sentra produksi sagu daerah di Tanah Air.
Pengembangan rantai pasok industri sagu terpadu diposisikan sebagai langkah konkrit pemerintah dalam memperkuat daya saing komoditas lokal serta mendukung kemandirian pangan nasional.
