Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Wihaji Imbau Remaja Curhat Ke Teman Sebaya Dan Psikolog

✍️ Ozi 🕒 03 Nov 2026
Wihaji Imbau Remaja Curhat Ke Teman Sebaya Dan Psikolog
Wihaji Imbau Remaja Curhat Ke Teman Sebaya Dan Psikolog Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji mengingatkan seluruh remaja Indonesia agar tidak menggantungkan kecerdasan buatan (AI) sebagai tempat utama untuk mengutarakan keluh kesah maupun masalah emosional. Keterangan tersebut disampaikan Wihaji pada peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia di Jakarta.

Menurut Wihaji, teknologi AI merupakan sistem robotik yang tidak memiliki empati atau perasaan layaknya manusia, sehingga dukungan emosional secara langsung dari sesama manusia tetap menjadi hal paling mendasar. Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga terus mengoptimalkan wadah Generasi Berencana (GenRe) dan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) untuk menyediakan ruang dialog aman serta konselor sebaya bagi remaja.

"AI itu robot. Dia tidak punya hati. Untuk hal-hal yang berkenaan dengan kemanusiaan, hati, dan psikologis, bisa dikomunikasikan kepada teman-teman sebaya yang diharapkan mengerti," kata Wihaji dalam peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia beberapa hari lalu.

Keberadaan teman sebaya dan kelompok konseling difungsikan sebagai jembatan awal saat remaja merasa enggan terbuka kepada lingkungan keluarga.

"Salah satu keluhan yang ditemukan pada remaja adalah keengganan mereka bercerita kepada orangtua karena khawatir langsung disalahkan atau dihakimi ketika menyampaikan masalahnya," ujar Wihaji dikutip dari Antara.

Pemerintah turut mendorong masyarakat agar tidak ragu mengakses bantuan tenaga profesional seperti psikolog apabila menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Keterbukaan dalam mengekspresikan emosi diposisikan sebagai langkah sehat untuk memelihara ketahanan psikologis anak muda.

"Karena rata-rata, saya malu, saya dianggap nanti tidak petarung. Padahal, cerita bukan berarti cengeng, menangis bukan berarti cengeng," tuturnya.

O
OziPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan