Mukhtarudin Tinjau Penampungan PMI Di Hong Kong dan Dorong Sinergi
Soksinews.id - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan pentingnya keterlibatan langsung pemerintah dalam menyediakan fasilitas penampungan (shelter) yang terencana dan memadai bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang sedang menghadapi persoalan hukum, keimigrasian, maupun ketenagakerjaan di luar negeri. Penjelasan tersebut disampaikan Mukhtarudin dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (3/11/2026), usai meninjau langsung penampungan PMI yang dikelola Dompet Dhuafa di Causeway Bay, Hong Kong.
Dalam kunjungan tersebut, Mukhtarudin berdialog dengan para PMI yang sedang memproses perpanjangan visa maupun menunggu kepastian hubungan kerja. Pemerintah mengapresiasi kontribusi organisasi kemasyarakatan serta mendorong sinergi bersama Perwakilan RI dan Kementerian Hukum guna membangun sistem pelindungan terpadu bagi warga negara di luar negeri.
“Saya berkunjung ke Shelter Dompet Dhuafa. Penghuninya ada pekerja migran kita yang sedang menunggu proses penyelesaian permasalahannya. Ada yang perpanjangan visa, ada proses visa, dan ada juga yang sedang mencari majikan,” kata Mukhtarudin dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Pemerintah menekankan pentingnya penguatan fasilitas penampungan resmi agar jaminan kepastian hukum dan keselamatan pekerja migran dapat tertangani secara berkelanjutan.
“Memang sudah saatnya negara juga harus menyiapkan shelter ini secara baik. Saya tadi juga berdiskusi dengan Pak Menkum Supratman mengenai hal ini. Negara harus hadir, bersinergi dengan perwakilan RI, lembaga sosial, dan komunitas masyarakat untuk memastikan mereka mendapatkan tempat perlindungan, pendampingan, serta kepastian penyelesaian masalah,” imbuh Mukhtarudin.
Pengayoman secara menyeluruh di negara penempatan menjadi bukti komitmen negara dalam mendampingi setiap persoalan yang dialami para pahlawan devisa.
Kolaborasi antarinstitusi dan elemen masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian sengketa ketenagakerjaan yang dihadapi PMI di Hong Kong.
