Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Menteri Mukhtarudin dan Kadir Karding Sepakati Kerja Sama Pelindungan PMI

✍️ Ozi 🕒 03 Nov 2026
Menteri Mukhtarudin dan Kadir Karding Sepakati Kerja Sama Pelindungan PMI
Menteri Mukhtarudin dan Kadir Karding Sepakati Kerja Sama Pelindungan PMI Foto: Istimewa

Soksinews.id - Badan Karantina Indonesia (Barantin) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) guna memperkuat pelayanan, edukasi kekarantinaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Barantin Abdul Kadir Karding dan Menteri P2MI Mukhtarudin di Kantor Barantin, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Melalui kemitraan ini, KP2MI dapat memanfaatkan fasilitas Barantin di area pelabuhan dan bandara internasional untuk memberikan pendampingan langsung bagi PMI yang berangkat maupun dipulangkan. Selain itu, Barantin menyiapkan pembinaan klinik ekspor bagi pekerja migran purna yang memelopori usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar produknya memenuhi standar pasar global.

"Pertama, pekerja migran itu kalau ke luar negeri acapkali membawa barang bawaan berupa tumbuhan, ikan, hewan peliharaan, dan lain sebagainya, sayur-mayur, oleh-oleh. Itu harus butuh pemahaman dan harus patuh terhadap soal-soal kekarantinaan," kata Karding dalam konferensi pers di kantornya.

Pemerintah turut menyiapkan jalur pendampingan khusus guna mendorong kemandirian ekonomi para pekerja migran setelah menyelesaikan masa kontrak di luar negeri.

"Yang kedua, pekerja-pekerja purna itu biasanya kalau вони pulang, mereka usaha UMKM, ada juga yang jadi eksportir. Nah, kami punya klinik ekspor yang bisa membimbing dan melatih mereka, dalam konteks pemberdayaan pekerja migran," ujarnya.

Penempatan petugas di simpul transportasi internasional diposisikan sebagai langkah responsif untuk menangani berbagai kendala darurat yang dihadapi warga negara.

"Tapi yang paling penting itu yang datang, ada yang dideportasi, entah ada berapa tanpa pemberitahuan. Kalau ada petugas kita di sana yang standby di dekat pintu imigrasinya, maka kita tahu begitu ada kendala, ini langsung kita bantu," kata Mukhtarudin dalam kesempatan yang sama.

Layanan terpadu di pintu perbatasan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan pengayoman secara menyeluruh.

"Jadi ini sebagai sebuah pusat bantuan, perlindungan, dan kehadiran negara kepada pelayanan pekerja migran Indonesia," ujarnya.

Tagging:

 

O
OziPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan