Ace Hasan Syadzily Ajak Mahasiswa USK Perkuat Ketahanan Nasional
Soksinews.id - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), TB. Ace Hasan Syadzily, mengajak mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) untuk mengambil peran strategis dalam memperkuat kepemimpinan dan ketahanan nasional.
Generasi muda dinilai memiliki posisi penting dalam menghadapi tantangan global sekaligus menentukan arah masa depan Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Ace Hasan saat memberikan kuliah umum di Gedung AAC Prof. Dayang Dawood, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (3/11/2026).
Kuliah umum bertema "Transformasi Kepemimpinan dan Inovasi Mahasiswa: Mengawal Ketahanan Nasional Demi Dampak Nyata bagi Negeri" itu membahas pentingnya kontribusi generasi muda dalam menjawab berbagai tantangan bangsa.
Dalam pemaparannya, Ace Hasan menekankan bahwa mahasiswa perlu memiliki wawasan global, kesadaran geopolitik, serta karakter kebangsaan yang kuat. Ketiga aspek tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda di tengah persaingan antarnegara dan dinamika hubungan internasional.
Ia menjelaskan, ketidakpastian global dan perubahan iklim merupakan tantangan yang harus diantisipasi melalui penguatan ketahanan nasional, khususnya di sektor pangan dan energi.
Menurutnya, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), ketahanan energi, serta produktivitas nasional harus terus dijaga agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tekanan geopolitik dunia.
"Di tengah ketidakpastian global, perubahan iklim, kita harus memastikan ketahanan pangan, energi, ketersediaan BBM tetap produktif, sehingga daya tahan Indonesia di tengah geopolitik bisa dilalui," ujar Ace Hasan.
Selain membahas tantangan global, Ace Hasan juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Aceh. Potensi tersebut perlu dikembangkan secara optimal melalui penelitian, inovasi, dan kontribusi perguruan tinggi.
Ia menilai universitas memiliki peran penting dalam menghasilkan riset yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi daerah.
"Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang perlu terus digali. Perguruan tinggi memiliki peran penting melalui penelitian untuk mengembangkan potensi lokal agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Ace Hasan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong mahasiswa agar berani mengambil peran kepemimpinan sejak dini. Menurutnya, kepemimpinan tidak semata-mata diukur dari jabatan atau posisi yang dimiliki, melainkan dari tindakan dan kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat.
Mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan gagasan, inovasi, serta solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya. Kontribusi tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Sebagai bagian dari penguatan hubungan kelembagaan, kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Lemhannas RI dan Universitas Syiah Kuala.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Gubernur Lemhannas RI TB. Ace Hasan Syadzily bersama Rektor USK Prof. Mirza Tabrani.
Kerja sama tersebut menjadi langkah untuk memperkuat kolaborasi kedua lembaga, khususnya dalam pengembangan wawasan kebangsaan, pendidikan, penelitian, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
