Rabu, 04 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Menko Airlangga Hartarto Ungkap Alasan Kenaikan Impor Indonesia 2026

✍️ Ozi 🕒 04 Nov 2026
Menko Airlangga Hartarto Ungkap Alasan Kenaikan Impor Indonesia 2026
Menko Airlangga Hartarto Ungkap Alasan Kenaikan Impor Indonesia 2026 Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa akumulasi nilai impor Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 mengalami peningkatan sebesar 19,67 persen dengan total mencapai 210,63 miliar dolar AS. Keterangan tersebut disampaikan Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Airlangga menjelaskan bahwa lonjakan impor tersebut terutama dipicu oleh tingginya kebutuhan bahan baku, bahan penolong, serta barang modal (capital goods) guna mendukung akselerasi produksi industri dan aktivitas ekonomi domestik. Di saat yang sama, kinerja ekspor nasional tetap mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,58 persen atau mencapai 221,23 miliar dolar AS, sementara tingkat inflasi inti serta fundamental ekonomi Indonesia dipastikan berada dalam kondisi stabil dan aman hingga penutupan tahun.

"Import juga mengalami kenaikan 19,67 persen, yaitu sebesar 210,63 miliar, terutama kenaikan bahan baku dan penolong, juga kenaikan dari capital goods atau barang-barang modal, dan di bulan Januari-September juga terjadi di dibanding tahun lalu 176, jadi importnya naik hampir 20 persen," kata Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Selasa, 3 November 2026.

Pemerintah terus mencermati pergerakan harga komoditas global yang memengaruhi dinamika impor nonmigas nasional.

Guna menjaga kelancaran mobilitas warga serta mengendalikan harga menjelang libur Natal dan Tahun Baru, skema insentif transportasi publik tengah disiapkan secara matang.

Tingkat inflasi nasional dinilai masih berada dalam batasan target anggaran pemerintah yang ditopang oleh terkendalinya laju inflasi inti.

"Jadi dari segi inflasi sendiri, core inflation-nya hanya 2,56, administer price yang memang tinggi 3,24, dan volatile food 5,81. Jadi ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia terjaga dan masih kuat sampai bulan ini dan sampai akhir tahun diharapkan kondisi masih terjaga," pungkasnya.

O
OziPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan