Yuslita Sumartini Bilqis Terpilih Pimpin Golkar Sumedang, Daniel Mutaqien Targetkan 20 Kursi di 2029
Soksinews.id – Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang menetapkan Hj. Yuslita Sumartini Bilqis sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang periode 2025–2030. Kepemimpinan baru tersebut diharapkan segera diikuti dengan konsolidasi seluruh kader untuk memperkuat mesin partai menghadapi agenda politik mendatang.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Daniel Mutaqien Syafiuddin memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Musda Golkar Sumedang. Menurutnya, proses tersebut menunjukkan dinamika politik sekaligus kedewasaan kader dalam menjalankan mekanisme organisasi.
Musda ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang kali ini digelar di wilayah Kabupaten Sumedang. Hal tersebut berbeda dengan sejumlah pelaksanaan Musda sebelumnya yang dilaksanakan di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Kota Bandung.
"Saya pribadi mengapresiasi kedewasaan berpolitik kader-kader Partai Golkar Kabupaten Sumedang. Dari Musda yang sudah berjalan di 12 kabupaten/kota di Jawa Barat, dinamikanya cukup menarik, dan salah satunya ada di Kabupaten Sumedang. Di sini luar biasa sekali," ujar Daniel di Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (6/10/2026).
Daniel juga menilai kader Partai Golkar di Sumedang memiliki potensi besar untuk mengembangkan kekuatan politik partai. Ia bahkan menyebut seluruh anggota DPRD dari Partai Golkar di daerah tersebut memiliki kapasitas untuk bersaing dalam proses kepemimpinan.
"Kader-kader Sumedang hebat-hebat, punya potensi semuanya. Dari 10 anggota DPRD Sumedang, kalau dibuka kompetisi, semuanya maju karena memiliki potensi," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Daniel turut memberikan penghargaan kepada Jafar Sidik yang sebelumnya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang selama dua periode. Kepemimpinan Jafar dinilai telah memberikan kontribusi terhadap penguatan partai, salah satunya tercermin dari perolehan kursi legislatif.
"Terbukti perolehan kursi di DPRD, Partai Golkar mendapatkan 10 kursi," ungkapnya.
Daniel menegaskan bahwa proses demokrasi tetap menjadi bagian penting dalam regenerasi kepemimpinan Partai Golkar. Namun, ia mengingatkan bahwa musyawarah dan mufakat juga merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang perlu dikedepankan untuk menjaga kondusivitas organisasi.
"Saya pribadi tidak menghindari demokrasi. Tetapi musyawarah mufakat adalah bagian dari demokrasi. Oleh karena itu, untuk kabupaten/kota, selalu berkomunikasi dengan pusat agar suasananya kondusif," tuturnya.
Setelah proses Musda selesai, Daniel meminta kader tidak lagi terjebak dalam perbedaan pilihan selama proses pemilihan berlangsung. Seluruh energi organisasi, menurutnya, harus diarahkan untuk memperkuat konsolidasi dan mempersiapkan Partai Golkar menghadapi Pemilu 2029.
"Kita tidak perlu ada energi yang terbuang sia-sia. Konsentrasikan pada proses Pemilu 2029," tegas Daniel.
Ia juga meminta seluruh kader menerima hasil Musda sebagai keputusan bersama. Terpilihnya Yuslita Sumartini Bilqis sebagai ketua baru harus menjadi momentum untuk menyatukan seluruh kekuatan yang ada di tubuh Partai Golkar Kabupaten Sumedang.
"Saya minta, dengan kemenangan satu calon ketua DPD, menjadi kemenangan seluruh kader Partai Golkar Kabupaten Sumedang. Tidak ada kemenangan kubu," katanya.
Daniel mengingatkan agar tidak muncul kelompok-kelompok yang saling berseberangan setelah Musda. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam proses organisasi merupakan hal yang wajar dan tidak seharusnya berlanjut menjadi perpecahan setelah pemimpin baru ditetapkan.
"Saya tidak mau mendengar ada kelompok berseberangan di tubuh Golkar Sumedang. Ini harus dianggap sebagai dinamika kecil dalam berpolitik," ujarnya.
Menurut Daniel, kompetisi dalam proses Musda merupakan bagian dari dinamika organisasi. Setelah keputusan ditetapkan, seluruh kader diminta kembali bersatu dan mengarahkan kekuatan untuk memperbesar perolehan suara serta kursi Partai Golkar.
"Usai berkompetisi dan terpilih salah satu menjadi pemimpin, maka harus segera bersatu, menyatukan kekuatan yang ada untuk memenangkan Partai Golkar di Kabupaten Sumedang," katanya.
Daniel kemudian memasang target peningkatan signifikan perolehan kursi Partai Golkar di DPRD Kabupaten Sumedang pada Pemilu 2029. Dari 10 kursi yang saat ini dimiliki, ia berharap jumlah tersebut dapat meningkat menjadi dua kali lipat.
"Yang saya minta, di Pemilu 2029 nanti menjadi 20 kursi di DPRD Sumedang," tegas Daniel.
Target tersebut menjadi pekerjaan bagi kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Yuslita Sumartini Bilqis. Konsolidasi organisasi, menjaga soliditas kader dan memperkuat kerja politik di tengah masyarakat menjadi bagian penting untuk mencapai target Partai Golkar pada Pemilu 2029.
