Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Wihaji Perkuat Peran TPK Ciamis dalam Percepatan Penanganan Stunting

✍️ Amun 🕒 29 Sep 2026
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji Foto: Istimewa

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menghadiri kegiatan temu Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kabupaten Ciamis, Selasa (29/9/2026).

Soksinews.id - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menghadiri kegiatan temu Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kabupaten Ciamis, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Islamic Center Ciamis tersebut diikuti para kader TPK se-Kabupaten Ciamis. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran kader dalam mendampingi keluarga sekaligus mendukung percepatan penanganan stunting di wilayah.

Dalam kegiatan tersebut, TPK ditekankan memiliki peran penting sebagai garda terdepan yang berhubungan langsung dengan keluarga di lapangan. Para kader diingatkan untuk memahami kondisi dan kebutuhan setiap keluarga sasaran serta menjalankan pendampingan dengan kesabaran dan konsistensi.

Penanganan stunting juga tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi mencakup pola pengasuhan, pemenuhan gizi anak, hingga pendampingan sejak masa kehamilan. Pendampingan tersebut menjadi penting terutama pada masa emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan masih terdapat perbedaan angka stunting antara hasil survei mandiri dengan data yang bersumber dari posyandu. Angka berdasarkan survei tercatat sekitar 20,23 persen.

Pemerintah Kabupaten Ciamis berkomitmen menyelaraskan berbagai sumber data agar upaya penanganan stunting dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran. Sejumlah kecamatan binaan juga mendapat perhatian khusus untuk mempercepat penurunan angka stunting.

Bupati Herdiat turut memberikan apresiasi kepada para kader yang tetap menjalankan tugas di tengah berbagai keterbatasan, termasuk medan tugas, cuaca, serta keterlambatan pembayaran insentif.

“Kebanggaan kami hanya bekerja dari sisi materi kami angkat tangan, nggak punya apa-apa, tapi kami mempunyai semangat kerja,” ujarnya.
Sumber: koransatu.id

A
AmunPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan