Wamendag Dyah Roro Esti Resmikan Pabrik Gemuk Shell Indonesia
Soksinews.id - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meresmikan Grease Manufacturing Plant atau Pabrik Gemuk milik Shell Indonesia di Intercontinental Hotel, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Kementerian Perdagangan menilai pengoperasian fasilitas manufaktur berkapasitas produksi 12 juta liter per tahun tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem industri nasional, menjaga resiliensi neraca perdagangan, serta menyerap tenaga kerja lokal.
Pembangunan fasilitas modern ini memosisikan Indonesia sebagai pusat pelayanan produk pelumas semi padat untuk pasar regional, sekaligus meningkatkan pasokan buatan dalam negeri dari 90 persen menjadi lebih dari 98 persen.
Langkah investasi ini juga mendukung agenda prioritas pemerintah dalam menciptakan efisiensi rantai pasok dan membangun iklim manufaktur yang berdaya saing global.
“Peresmian hari ini jauh lebih bermakna dari sekadar pembukaan fasilitas manufaktur baru. Ini merupakan representasi dari komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem industri Indonesia, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan membangun ekonomi yang lebih tangguh dan berdaya saing,” urai Wamendag.
Kehadiran pabrik berteknologi tinggi ini dipandang mampu memicu penguatan daya saing industri perdesaan maupun kota serta menopang kebutuhan domestik secara mandiri.
“Untuk mempertahankan neraca perdagangan yang sehat dan tangguh, kita tidak hanya membutuhkan ekspor yang kuat, tetapi juga basis industri domestik yang lebih kompetitif. Kehadiran fasilitas manufaktur modern seperti Shell ini akan berkontribusi langsung dalam memperkuat pasokan domestik, meningkatkan efisiensi industri, dan menjamin ketersediaan produk bagi berbagai sektor industri di Indonesia,” jelas Wamendag.
Pemerintah optimistis keberadaan fasilitas ini dapat menjadi momentum emas untuk membangun ekosistem manufaktur berbasis substitusi impor yang berkelanjutan.
“Kami memandang ini bukan sekadar substitusi impor, melainkan peluang emas untuk membangun ekosistem manufaktur domestik yang jauh lebih kompetitif dan berkelanjutan,” tegas Wamendag.
Operasional fasilitas penuh oleh talenta dalam negeri ini turut menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong kemajuan ekonomi nasional.
“Dengan beroperasinya pabrik ini, pasokan gemuk buatan dalam negeri melonjak dari 90 persen menjadi lebih dari 98 persen. Lebih membanggakannya lagi, pabrik ini 100 persen digerakkan oleh tenaga kerja lokal asal Indonesia,” ungkap Andri.***
