Dyah Roro Esti, Wamendag, Kementerian Perdagangan, Trade Expo Indonesia 2026, Ekspor Indonesia, Kerja Sama Indonesia Belanda Foto: Istimewa
Soksinews.id - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan kemitraan strategis antara pelaku usaha Indonesia dan Belanda untuk meningkatkan nilai tambah produk manufaktur serta memperluas penetrasi ekspor nasional di rantai pasok global. Pernyataan tersebut disampaikan Wamendag Roro Esti dalam Forum Bisnis Indonesia-Belanda bertema "From Sourcing to Partnership" pada rangkaian ajang Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026).
Roro menilai kolaborasi ini sangat relevan mengingat Indonesia memiliki keunggulan kapasitas produksi berbasis sumber daya alam dan manufaktur, sedangkan Belanda menguasai infrastruktur logistik, distribusi, serta jaringan bisnis utama di Eropa. Pelaku usaha dalam negeri pun diminta meningkatkan standar kualitas serta efisiensi teknologi guna memenuhi kebutuhan pasar internasional secara konsisten.
"Indonesia ingin berpartisipasi lebih aktif dalam rantai nilai internasional, mengembangkan produk bernilai tambah lebih tinggi, memperkuat kemampuan industri, serta membangun hubungan jangka panjang dengan pembeli dan mitra bisnis internasional," kata Roro.
Sinergi perdagangan kedua negara perlu diwujudkan melalui langkah konkret yang berorientasi pada transfer teknologi serta peningkatan produktivitas industri dalam negeri.
Pemerintah terus mendorong penyesuaian strategi wirausaha nasional agar mampu beradaptasi dengan dinamika perubahan rantai pasok global yang makin kompetitif.
"Indonesia dan Belanda perlu menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan pemasok, peningkatan produktivitas, penguatan aspek ketertelusuran, serta penerapan teknologi yang membuat bisnis lebih kompetitif," katanya.
Integrasi keunggulan logistik Belanda dan kapasitas produksi Indonesia diharapkan mampu menciptakan keandalan serta nilai ekonomi jangka panjang bagi kedua negara.