Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Sarmuji Siapkan Ekosistem Industri Rumput Laut Dan Hilirisasi Nasional

✍️ Ozi 🕒 07 Oct 2026
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji  Baca artikel detikfinance, "Menperin Targetkan Produksi Rumput Laut RI Nomor Satu Dunia" selengkapnya https://finance.detik.com/industri/d-8695752/menperin-targetkan-produksi-rumput-laut-ri-nomor-satu-dunia.  Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji Baca artikel detikfinance, "Menperin Targetkan Produksi Rumput Laut RI Nomor Satu Dunia" selengkapnya https://finance.detik.com/industri/d-8695752/menperin-targetkan-produksi-rumput-laut-ri-nomor-satu-dunia. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/ Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menargetkan produksi rumput laut Indonesia beserta seluruh produk turunannya mampu menduduki peringkat pertama di dunia. Komitmen tersebut disampaikan Sarmuji saat menghadiri Peluncuran Integrated Seaweed Development Action Plan (ISDAP) 2026-2030 di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026).

Kementerian Perindustrian siap memperkuat ekosistem dan rantai nilai industri rumput laut dari hulu hingga hilir guna menciptakan produk bernilai tambah tinggi, seperti bahan pangan, farmasi, kosmetik, hingga bioplastik. Langkah strategis ini sejalan dengan kontribusi sektor industri pengolahan nonmigas yang tumbuh 5,32 persen pada triwulan II-2026, sekaligus mendukung optimalisasi potensi ekonomi biru nasional yang berkelanjutan.

"Insyaallah jajaran Kemenperin siap mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan ekosistem industri rumput laut ini sebagai satu potensi baru yang membanggakan kita semua. Mudah-mudahan ini menjadi langkah penting agar produksi rumput laut Indonesia dan seluruh hilirisasinya bisa menjadikan produksi rumput laut Indonesia nomor satu di dunia, seperti yang disampaikan Kepala Bappenas (Rachmat Pambudy)," kata Sarmuji dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).

Langkah kolaborasi lintas instansi ini dipandang sebagai momentum krusial untuk memacu pertumbuhan ekonomi serta daya saing manufaktur nasional.

"Bagi Kementerian Perindustrian, inisiatif ini merupakan langkah penting untuk memperkuat sinergi pembangunan rumput laut nasional, khususnya dalam industrialisasi, hilirisasi, penciptaan nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi," ujar Sarmuji.

Pengembangan komoditas bahari tersebut diarahkan untuk memasok kebutuhan berbagai sektor industri manufaktur modern yang kian beragam.

"Rumput laut memiliki peluang pemanfaatan yang luas, tidak hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai bahan baku berbagai produk bernilai tambah. Produk turunannya antara lain pangan, agar dan karagenan, hingga bahan untuk industri farmasi, kosmetik, nutraceutical, biomaterial, dan bioplastik," tutur Menperin.

Arah kebijakan hilirisasi komoditas laut juga telah diintegrasikan ke dalam dokumen Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2026–2045.

"Pengembangan industri tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan sentra produksi bahan baku di hulu serta industri pengguna dan pasar di hilir," jelas Sarmuji.

Sinergi antara investasi swasta, riset, dan teknologi menjadi fondasi utama untuk memberikan dampak ekonomi yang berlipat ganda bagi masyarakat.

"Kementerian Perindustrian siap berkontribusi dalam memperkuat hilirisasi, nilai tambah, daya saing, dan akses pasar, serta terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan," pungkasnya.

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan