Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Sarmuji Dorong Industri Jadi Penggerak Ekonomi dan Pencipta Lapangan Kerja

✍️ Amun 🕒 08 Oct 2026
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong sektor industri nasional untuk tumbuh lebih cepat sehingga kontribusinya terhadap perekonomian sekaligus penciptaan lapangan kerja dapat terus meningkat.

Menurut Sarmuji, industri memiliki posisi strategis sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, pertumbuhan sektor industri dinilai harus berada di atas laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

"Saya sampaikan, industri harus menjadi leverage factor bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," kata Sarmuji dalam acara Silaturahmi dan Tasyakuran Keluarga Alumni Universitas Jember di Jakarta, Kamis malam.

Sarmuji menyebut kontribusi sektor industri saat ini berada di kisaran 19 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Angka tersebut, menurutnya, masih perlu ditingkatkan agar industri dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.

Ia menilai pemerintah perlu terus mencari terobosan untuk memperkuat sektor industri. Upaya tersebut penting agar pertumbuhan industri tidak melambat sebelum mencapai tingkat kematangan.

"Tentu menjadi menteri bukan sekadar tadi yang saya sebutkan sebagai kerendahan hati, tidak sekadar itu. Menteri pasti berhubungan dengan kinerja, dengan tuntutan bahwa sektor industri makin lama harus makin memberikan kontribusi besar bagi perekonomian," kata Sarmuji.

Ia menjelaskan, sejumlah negara maju memang mengalami penurunan kontribusi sektor industri setelah industrinya mencapai fase matang. Namun, menurut Sarmuji, kondisi Indonesia masih berbeda karena sektor industri nasional masih membutuhkan penguatan dan ekspansi.

"Sekarang kontribusi sektor industri itu sekitar 19 persen dari PDB nasional. Kita tidak ingin sektor industri itu layu sebelum saatnya," ujarnya.

Selain mengejar pertumbuhan, Sarmuji melihat sektor industri memiliki peluang untuk menjadi instrumen pemerataan ekonomi. Salah satunya melalui pengembangan kawasan dan aktivitas industri di berbagai daerah.

Menurutnya, pemerataan tersebut dapat diwujudkan apabila pengembangan industri dilakukan secara optimal, terutama di wilayah yang selama ini menjadi sumber daya bagi perekonomian nasional.

Sebelumnya, Sarmuji menargetkan kontribusi industri manufaktur terhadap PDB nasional dapat ditingkatkan hingga lebih dari 20 persen, bahkan mencapai kisaran 25 persen. Target tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sarmuji menegaskan pertumbuhan industri tidak seharusnya hanya mengikuti pertumbuhan ekonomi nasional. Sebaliknya, industri harus tumbuh lebih tinggi karena memiliki peran dalam mengerek aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Pernyataan tersebut disampaikan menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026.

"Kita menargetkan supaya pertumbuhan industri kita lebih tinggi lagi, melebihi pertumbuhan ekonomi. Kenapa? Karena industri inilah sebenarnya mengerek pertumbuhan ekonomi. Jangan justru sektor industri lebih rendah atau hanya seimbang saja dengan pertumbuhan ekonomi kita. Kita lagi mencari cara, benar-benar mencari cara supaya sektor ini tumbuh lebih cepat lagi," ujar Sarmuji.

A
AmunPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan