Live
Sabtu, 12 Sep 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenInternasional
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Sari Yuliati Prihatin 352 Siswa Keracunan MBG di Lombok Tengah

✍️ Admin 🕒 12 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Foto: Istimewa

Soksinews.id - Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyampaikan keprihatinan atas insiden keracunan yang menimpa 352 siswa di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (11/9/2026).

Sari meminta pemerintah mengusut kejadian tersebut secara menyeluruh. Menurutnya, keamanan dan kualitas makanan harus menjadi perhatian utama karena program MBG menyasar anak-anak sebagai penerima manfaat.

"Saya prihatin dengan kejadian keracunan yang dialami ratusan siswa. Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Karena itu, penyebab kejadian ini harus diusut secara menyeluruh," ujar Sari dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/9/2026).

Sari juga mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi pelaksanaan MBG di lapangan. Evaluasi tersebut mencakup kepatuhan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terhadap standar operasional prosedur (SOP).

Ia menegaskan, setiap temuan kelalaian atau pelanggaran prosedur harus ditindak dengan sanksi tegas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di daerah lain.

"Evaluasi tidak cukup hanya mencari penyebab kejadian. Kita juga harus memastikan apakah seluruh SOP telah dijalankan dengan benar. Jika ada kelalaian, tentu harus ada sanksi tegas agar menjadi pembelajaran dan tidak terjadi lagi di tempat lain," tegas Sari.

DPR RI, lanjut Sari, akan memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan MBG, termasuk kinerja BGN dan SPPG di berbagai daerah. Pengawasan juga akan didorong melalui instrumen legislatif dan koordinasi dengan pemerintah daerah.

"DPR akan proaktif mengawasi kinerja BGN dan SPPG melalui instrumen pengawasan yang dimiliki DPR. Kita juga akan mendorong pengawasan di daerah agar pelaksanaan MBG benar-benar berjalan sesuai standar," tuturnya.

Sari menilai keberhasilan MBG tidak cukup diukur dari jumlah penerima makanan. Aspek kualitas bahan pangan dan jaminan keamanan makanan harus menjadi indikator utama dalam pelaksanaan program tersebut.

"Program MBG harus memberikan manfaat, bukan justru menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Kejadian ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan, memperbaiki pelaksanaan di lapangan, dan memastikan setiap anak mendapatkan makanan yang aman dan bergizi," pungkas Sari.

A
AdminRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan