Idrus Marham Puji Gaya Kepemimpinan Prabowo, Rangkul Semua Kekuatan Politik
Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai sosok pemimpin yang konsisten membangun persatuan dengan merangkul berbagai kekuatan politik untuk kepentingan bangsa dan negara.
Soksinews.id - Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai sosok pemimpin yang konsisten membangun persatuan dengan merangkul berbagai kekuatan politik untuk kepentingan bangsa dan negara.
Penilaian tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham merespons pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyinggung kemampuan Prabowo menyatukan berbagai warna politik dalam sistem demokrasi.
Idrus mengaku memiliki pengalaman langsung melihat kepemimpinan Prabowo. Ia pernah menjabat Ketua Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo pada Pemilu 2014.
“Jadi saya kira begini ya. Kalau memang saya pernah menjadi Ketua Koalisi Pak Prabowo pada tahun 2014, Koalisi Merah Putih ketika itu saya ketuanya. Jadi Sekjennya ketika itu adalah Fahri Hamzah dan wakil saya adalah Fadli Zon. Saya mempelajari betul ya bahwa bagaimana Pak Prabowo sebagai seorang pemimpin,” ujar Idrus kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).
Menurut Idrus, konsistensi Prabowo dalam membangun persatuan sudah terlihat sejak dirinya ditetapkan sebagai presiden terpilih pada 2024.
Ia menyebut pidato awal Prabowo setelah penetapan sebagai presiden terpilih telah menekankan pentingnya kesadaran berbangsa dan berideologi.
“Oleh karena itu, dan beliau adalah sangat konsisten, kita lihat misalkan segera setelah ditetapkan sebagai presiden terpilih 2024, kalau enggak salah 24 atau 25 Mei ketika itu, pidato pertama Pak Prabowo yang disampaikan adalah menggugah kesadaran kita dalam berbangsa dan di dalam berideologi,” ujarnya.
Idrus mengatakan Prabowo sejak awal memandang Indonesia sebagai rumah besar yang harus dirawat bersama. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila menjadi landasan dalam menjaga persatuan tersebut.
“Ya, Pak Prabowo langsung mengingatkan ketika itu bahwa Indonesia ini adalah rumah besar kita. Nah, rumah besar kita ini perlu kita rawat bersama-sama. Nah, untuk merawat rumah besar ini dasarnya adalah ya diinspirasi nilai-nilai ideologi dan falsafah Pancasila,” jelasnya.
Ajakan tersebut, kata Idrus, tidak hanya ditujukan kepada partai politik yang mendukung Prabowo. Presiden juga membuka komunikasi dengan sejumlah partai yang sebelumnya menjadi kompetitor pada Pilpres 2024.
Idrus mencontohkan komunikasi Prabowo dengan Surya Paloh, Muhaimin Iskandar, Megawati Soekarnoputri dan sejumlah pimpinan partai lainnya.
“Nah, oleh karena itu maka tanggung jawab kita untuk merawat bangsa ini, maka Pak Prabowo kan mengajak semua ketika itu. Bukan hanya partai-partai, di samping Pak Prabowo melakukan safari politik, mengajak kepada partai-partai yang pada tahun 2024 kompetitornya misalkan, sebutlah misalkan mengunjungi Pak Surya Paloh, mengunjungi Muhaimin, mengunjungi Pak Ibu Megawati, dan partai-partai lain diajak, ‘Ayo masuk barang-barang,” katanya.
Menurut Idrus, langkah tersebut memperlihatkan filosofi kepemimpinan Prabowo yang menempatkan Indonesia sebagai rumah bersama. Setiap pihak, terlepas dari posisi politiknya, dinilai memiliki tanggung jawab untuk ikut merawat bangsa.
“Nah, itu dasarnya apa? Memang filosofinya, Indonesia ini adalah rumah kita bersama, harus dirawat bersama, apa pun posisi dan peran kita. Nah, tentu kalau misalkan sudah diajak tidak mau ikut, Pak Prabowo yang memiliki tanggung jawab dengan patriotisme yang sangat tinggi, tentu akan jalan. Ya kan? Jalan. Tapi yang penting sudah diajak, ini juga yang penting,” ujarnya.
Idrus juga menilai berbagai kebijakan pemerintahan Prabowo memiliki orientasi terhadap kepentingan rakyat. Ia menyebut sejumlah agenda seperti penguatan koperasi, UMKM, kemandirian energi dan pangan, serta hilirisasi sebagai bagian dari upaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan.
“Nah, oleh karena itu maka kebijakan-kebijakan yang diambil semua juga orientasinya pada rakyat, ya sesuai dengan Asta Cita-nya itu. Kemudian mengajak semua pihak masuk, menghidupkan kembali misalkan bagaimana koperasi dengan itu, dengan kemudian UMKM, kemudian kemandirian misalkan kemandirian energi, pangan, hilirisasi yang mendorong bagaimana rakyat ini akan terlibat di dalam proses pembangunan, ini kan semua dilakukan oleh Pak Prabowo,” bebernya.
Meski demikian, Idrus menyayangkan munculnya kritik terhadap pemerintahan Prabowo yang menurutnya lebih banyak melihat kebijakan pemerintah dari sisi negatif.
Ia mengajak masyarakat mengedepankan pendidikan kebangsaan serta menjaga perbedaan politik agar tidak berkembang menjadi permusuhan.
“Nah, oleh karena itu, dengan niat dasar ya seperti itu yang dilakukan oleh Pak Prabowo, memang kami juga sangat sesalkan akhir-akhir ini kok berkembang ya, yang ya saya kira ini perlu ini, perlu ada pendidikan kebangsaan barangkali ya. Saya kira cobalah kita sebagai wujud kalau kita tidak bisa berbuat ya paling tidak kita tidak memusuhi,” tandas mantan Menteri Sosial era Presiden Joko Widodo tersebut.
Bagi Idrus, upaya merangkul berbagai kekuatan politik merupakan bagian dari tanggung jawab menjaga persatuan nasional. Ia menilai perbedaan pilihan politik tidak semestinya menghilangkan kepentingan bersama untuk membangun Indonesia.
