Sari Yuliati Minta Kementerian PU Tambah Program Irigasi di Lombok
Soksinews.id - Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menambah alokasi program pembangunan jaringan irigasi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Dorongan tersebut disampaikan Sari saat meninjau pembangunan saluran irigasi yang baru selesai di kawasan persawahan Desa Panjisari, Lombok Tengah, NTB, Senin (12/10/2026). Menurutnya, ketersediaan infrastruktur irigasi menjadi faktor penting untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian terpenuhi.
“Kita berharap pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian PU, bisa mengalokasikan lebih banyak lagi program-program sejenis untuk masyarakat Lombok pada khususnya dan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat pada umumnya,” tegas Sari di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Legislator Fraksi Partai Golkar tersebut menilai NTB memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional. Oleh karena itu, pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi perlu terus dilakukan agar pemanfaatan lahan pertanian semakin optimal dan produksi pangan dapat dipertahankan.
“Lombok adalah salah satu lumbung padi nasional. Dengan penambahan alokasi anggaran untuk program-program seperti ini, kita berharap swasembada pangan yang menjadi salah satu program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dapat segera terwujud,” ujarnya.
Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTB II, Sari menegaskan bahwa pembangunan irigasi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan air untuk persawahan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan produksi pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
Ia memastikan akan terus mendorong agar kebutuhan infrastruktur pertanian masyarakat NTB mendapat perhatian dalam kebijakan pembangunan nasional. Menurutnya, dukungan terhadap pembangunan jaringan irigasi perlu diperkuat agar petani memperoleh akses air yang memadai untuk mengoptimalkan lahan pertanian mereka.
