Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Parlemen
Parlemen

Puteri Komarudin Minta Percepatan Rencana Induk Tanggul Laut Pantura

✍️ Ozi 🕒 30 Sep 2026
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Puteri Komarudin
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Puteri Komarudin Foto: Istimewa

Soksinews.id - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Puteri Komarudin mendesak percepatan penyusunan Rencana Induk Pelindungan Pantai Utara Jawa (Pantura) sebagai landasan utama pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW). Hal itu disampaikan Puteri dalam Rapat Kerja Banggar DPR RI bersama Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Proyek megastruktur sepanjang 575 kilometer dari Banten hingga Jawa Timur ini diperkirakan menelan investasi mencapai 100 miliar dolar AS. DPR menegaskan pentingnya pengintegrasian Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) guna melindungi sekitar 17 juta warga pesisir dari bahaya banjir rob serta penurunan muka tanah (land subsidence).

“Kami melihat penyusunan Rencana Induk Perlindungan Pantai Utara Jawa menjadi key issue yang perlu terus didorong penyelesaiannya. Terlebih, ini penting untuk memberikan arah yang lebih terukur terhadap pembangunan GSW. Mulai dari tahapan, prioritas, hingga kebutuhan pembiayaannya,” ujar Puteri melalui rilis yang disampaikan kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/9/26).

Penyelarasan tata ruang antarwilayah dinilai sangat krusial mengingat mega proyek ini melintasi daerah padat penduduk, termasuk Kabupaten Karawang, Bekasi, dan Purwakarta.

“Mengingat pembangunannya akan melintasi banyak daerah, termasuk daerah pemilihan saya di Karawang, Bekasi, dan Purwakarta. Tentu perencanaannya perlu diselaraskan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan kondisi masing-masing wilayah. Karena itu, KLHS perlu menjadi bagian dari pertimbangan awal dalam penyusunan Rencana Induk, termasuk dalam menentukan segmen, lokasi, desain, dan tahapannya,” jelas Puteri.

BOPPJ berkomitmen menerapkan prinsip keterpaduan lingkungan hidup agar pembangunan fisik tanggul laut berjalan seiring dengan perbaikan peradaban masyarakat kawasan pesisir.

“Tentunya, pelaksanaan kegiatan pembangunan Pantura yang ada kaitannya dengan pembangunan tanggul laut ataupun GSW, tidak hanya membangun konkret. Tetapi juga membangun peradaban. Di mana pembangunannya building with nature,” ungkap Didit.

Pemerintah diimbau menyiapkan skema transisi ekonomi sosial yang matang agar mata pencaharian nelayan dan warga lokal tetap terlindungi secara berkelanjutan.

“Karena itu, langkah transisi dan antisipasi terhadap potensi dampak sosial dan ekonomi juga perlu dipersiapkan sejak awal. Yang penting adalah bagaimana koordinasi BOPPJ dengan kementerian/lembaga terkait dapat berjalan dengan baik untuk menyiapkan program yang sesuai, sehingga apabila terdapat masyarakat yang terdampak, skema transisinya sudah tersedia dan dapat langsung dijalankan,” tutup Politisi Fraksi Partai Golkar itu.

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan