Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Prabowo Buka Peluang Reshuffle, Golkar: Presiden Tahu Kebutuhan Timnya

✍️ Amun 🕒 17 Sep 2026
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji Foto: Istimewa

Sarmuji mengatakan, keputusan untuk mengubah susunan kabinet merupakan kewenangan Presiden.

Soksinews.id - Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kemungkinan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih menjelang dua tahun masa pemerintahan.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji mengatakan, keputusan untuk mengubah susunan kabinet merupakan kewenangan Presiden. Karena itu, Golkar tidak akan mencampuri keputusan yang nantinya diambil Prabowo.

“Bagi Golkar, perombakan kabinet adalah wewenang penuh presiden,” ujar Sarmuji kepada wartawan, Kamis (17/9/2026).

Menurut Sarmuji, Prabowo memiliki pertimbangan sendiri dalam menentukan komposisi kabinet. Pertimbangan tersebut berkaitan dengan kebutuhan pemerintah untuk menjalankan visi, misi, serta berbagai target yang telah ditetapkan.

“Presiden yang tahu kebutuhan timnya untuk dapat mencapai visi-misi dan target yang sudah ditetapkan,” katanya.

Ia juga menanggapi kemungkinan apabila terdapat menteri dari Partai Golkar yang masuk dalam evaluasi Presiden dan kemudian terkena perombakan kabinet.

Sarmuji menyebut hal tersebut sebagai konsekuensi dari sikap partainya yang menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Presiden. Meski demikian, ia mengatakan dirinya meyakini Prabowo memiliki perhatian terhadap Partai Golkar.

“Itu konsekuensi jika terkena reshuffle dari menyerahkan seluruhnya kepada kewenangan Presiden. Namun saya sendiri meyakini Presiden sangat perhatian kepada Golkar,” tuturnya.

Sebelumnya, Prabowo memang membuka kemungkinan melakukan perubahan terhadap susunan kabinet menjelang genap dua tahun pemerintahannya.

Dalam wawancara program Prabowo Menjawab, Rabu (16/9/2026), Presiden mengatakan evaluasi terhadap jajaran kabinet dilakukan secara berkelanjutan. Ia mengibaratkan kabinet seperti sebuah kesebelasan sepak bola yang memiliki pemain inti, penyerang, hingga pemain cadangan.

Prabowo menilai sebagian kementerian saat ini bekerja sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Ia menyebut fokus pemerintah tetap diarahkan pada persoalan-persoalan mendasar yang harus segera ditangani.

Presiden juga menjelaskan bahwa reshuffle dapat dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya untuk menempatkan pejabat sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.

Menurut Prabowo, pergantian pejabat juga dapat dilakukan apabila terdapat persoalan yang harus dipertanggungjawabkan.

“Kalau pun nanti ada reshuffle, saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang, ya, tentunya kita organisasi ini kita selalu cari the right man in the right place, ya, kompetensi,” kata Prabowo.

Ia menambahkan bahwa masa dua tahun pemerintahan dinilai sudah memberikan waktu yang cukup bagi para anggota kabinet untuk menunjukkan kemampuan dalam menjalankan tugas.

“Saya kira itu sesuatu yang logis ya, ya kan, dua tahun, jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Prabowo melakukan sejumlah perubahan dalam Kabinet Merah Putih. Pada 14 September 2026, misalnya, Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Perubahan tersebut tercatat sebagai reshuffle keenam sejak pemerintahan Prabowo-Gibran dimulai pada Oktober 2024.

Hingga kini, Prabowo belum menyebut secara terbuka nama maupun kementerian mana saja yang akan mengalami perubahan berikutnya. Keputusan mengenai komposisi kabinet tetap berada di tangan Presiden.

A
AmunPenulis
AM
Arief MunandarEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan