Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Perempuan Harus Kuasai Teknologi, Wanita Swadiri Dorong Kemandirian Ekonomi

✍️ Amun 🕒 25 Sep 2026
Ketua Umum DPP Wanita Swadiri Periode 2026 - 2031 Netty Marliza Komarudin
Ketua Umum DPP Wanita Swadiri Periode 2026 - 2031 Netty Marliza Komarudin Foto: Soksinews

Wanita Swadiri mendorong perempuan Indonesia untuk tidak hanya menjadi penerima dampak perubahan, tetapi turut menentukan arah perubahan di tengah perkembangan teknologi dan tantangan ekonomi.

Soksinews.id — Wanita Swadiri mendorong perempuan Indonesia untuk tidak hanya menjadi penerima dampak perubahan, tetapi turut menentukan arah perubahan di tengah perkembangan teknologi dan tantangan ekonomi.

Ketua Umum DPP Wanita Swadiri, Netty Marliza Komarudin, mengatakan perempuan perlu memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Penguasaan teknologi, kemandirian ekonomi, wawasan yang luas, serta kesiapan memimpin dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Perempuan harus menjadi penentu arah perubahan, bukan sekedar penerima dampak. Perempuan masa depan harus menguasai teknologi, mandiri secara ekonomi, berwawasan luas, dan siap memimpin, tanpa meninggalkan jati diri,” kata Netty saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) I dan Musyawarah Nasional (MUNAS) VII Krida Wanita Swadiri Indonesia (Wanita Swadiri) di Jakarta, Jumat, 25 September 2026.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Wanita Swadiri Berdaya, Mandiri, dan Produktif Menuju Indonesia Maju.”

Menurut Netty, perempuan memiliki posisi strategis dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Selain berperan sebagai pendidik pertama di lingkungan keluarga, perempuan juga menjadi salah satu penopang ekonomi rumah tangga sekaligus penggerak kehidupan sosial.

Ia mengatakan semakin banyak perempuan yang kini berperan sebagai pelaku usaha, tenaga profesional, hingga pemimpin di berbagai sektor.

Namun, kondisi tersebut masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Persaingan ekonomi dan tuntutan penguasaan teknologi digital menjadi bagian dari perubahan yang harus diantisipasi.

Selain itu, akses terhadap pendidikan, pelatihan, dan jejaring usaha juga masih menjadi tantangan bagi sebagian perempuan.

Empat Strategi Wanita Swadiri

Untuk menjawab tantangan tersebut, Wanita Swadiri menyiapkan sejumlah arah strategis yang akan menjadi bagian dari program organisasi dalam lima tahun mendatang.

Netty menjelaskan terdapat empat fokus utama yang akan dikembangkan, yakni kaderisasi, penguatan ekonomi, program produktif, dan konsolidasi.

Keempat fokus tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas anggota sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi bagi masyarakat.

“Wanita Swadiri memiliki modal yang berharga dalam jaringan hingga ke daerah, semangat soliditas, dan basis anggota yang terus tumbuh. Tugas kami adalah mengubah modal itu menjadi kekuatan yang terorganisasi dan berdampak,” ujarnya.

Pada bidang kaderisasi, Wanita Swadiri akan membangun sistem pembinaan secara berjenjang untuk mempersiapkan pemimpin-pemimpin perempuan baru.

Sistem tersebut akan diterapkan di setiap Depidar (Dewan Pimpinan Daerah), sehingga proses regenerasi organisasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Netty berharap pelaksanaan Mukernas I dan Munas VII dapat menjadi momentum untuk menata langkah organisasi dalam lima tahun ke depan.

Menurutnya, forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan program yang konkret, pembagian peran yang jelas, serta arah organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan perubahan zaman.

Wanita Swadiri di Bawah SOKSI

Sebagai informasi, Wanita Swadiri merupakan lembaga konsentrasi perempuan di bawah Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI).

Organisasi tersebut didirikan pada 2 April 1963 dengan komitmen untuk mendorong pemberdayaan perempuan dalam berbagai bidang.

Pemberdayaan tersebut diarahkan agar perempuan dapat semakin mandiri secara ekonomi dan sosial, serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

Komitmen itu diwujudkan melalui berbagai program peningkatan kapasitas, advokasi, serta penguatan ketahanan keluarga.

A
AmunPenulis
AM
Arief MunandarEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan