Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Pengamat sebut Bahlil Pegang Peran Penting Mandiri Energi

✍️ Ozi 🕒 05 Oct 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Foto: Istimewa

Soksinews.id - Penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM dinilai menjadi momentum strategis dalam mengakselerasi transformasi kekayaan mineral Indonesia menjadi industri energi masa depan. Dekan FEB Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Muhammad Sri Wahyudi Suliswanto beserta Guru Besar Universitas Brawijaya Prof. ING Wardana menilai integrasi kebijakan pertambangan, energi, dan investasi ini krusial untuk membangun ekosistem energi hijau berbasis sumber daya lokal seperti nikel, tembaga, dan bauksit. Selain memperkuat nilai tambah dan menyerap investasi yang telah menyentuh Rp300,1 triliun pada semester I-2026, integrasi ini dituntut untuk menekan impor BBM melalui penguatan program mandiri energi seperti B50 dan bioetanol.

"Ini sangat strategis karena hilirisasi mineral membutuhkan energi dalam jumlah besar. Tantangannya adalah memastikan tambahan kapasitas industri tidak justru meningkatkan ketergantungan pada energi fosil," kata Wahyudi saat dihubungi, Senin (5/10/2026).

Langkah diversifikasi pengolahan komoditas tambang domestik dinilai berpotensi memperkuat struktur industri manufaktur nasional secara komprehensif.

"Pekerjaan berikutnya adalah memastikan nilai tambah semakin banyak tinggal di dalam negeri melalui penguatan industri baterai, transfer teknologi, riset, dan keterlibatan perusahaan nasional," ujarnya.

Pengembangan ekosistem produksi energi bersih diperkirakan mampu membidani lapangan kerja baru dan mendorong kemandirian energi nasional.

"Sangat strategis karena hilirisasi mineral strategis seperti nikel, bauksit, dan tembaga bisa membentuk ekosistem produksi energi hijau," ujar Wardana.

Indikator keberhasilan utama jajaran pemerintah berpusat pada penekanan arus impor bahan bakar demi mengamankan devisa negara.

"Yang paling utama adalah pengurangan impor energi karena menyedot banyak devisa. Berikutnya adalah pembukaan lapangan kerja, yang ketiga transfer teknologi, baru yang lain-lainnya," tandasnya.

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan