Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Pemerintah Siapkan Suntikan Dana Rp20 Triliun Untuk BPJS Kesehatan

✍️ Ozi 🕒 29 Sep 2026
Pemerintah Siapkan Suntikan Dana Rp20 Triliun Untuk BPJS Kesehatan
Pemerintah Siapkan Suntikan Dana Rp20 Triliun Untuk BPJS Kesehatan Foto: Istimewa

Soksinews.id - Pemerintah memproyeksikan suntikan dana tambahan senilai Rp20 triliun dari APBN 2026 guna memperkuat arus kas BPJS Kesehatan yang mengalami defisit penerimaan. Kebijakan ini diputuskan dalam Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran menteri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Langkah tanggap emergency ini diambil setelah BPJS Kesehatan mencatat defisit arus kas (cash flow gap) sebesar Rp14 triliun hingga September 2026, akibat akumulasi penerimaan iuran Rp118 triliun tidak sebanding dengan pembayaran pelayanan kesehatan rumah sakit yang mencapai Rp132 triliun.

Pemerintah mengonfirmasi bahwa tambahan dana Rp20 triliun tersebut akan disalurkan secara bertahap pada Oktober dan November 2026 masing-masing Rp10 triliun demi menjaga kelancaran pembayaran klaim fasilitas kesehatan serta menjamin keberlanjutan layanan kesehatan masyarakat.

“Sampai bulan ini kita bisa mengumpulkan iuran sebesar Rp 118 triliun, sementara manfaat yang kita bayarkan sampai saat ini Rp 132 triliun.”

Defisit operasional harian turut dipicu oleh tingginya beban klaim bulanan medis di tingkat penyedia layanan kesehatan.

“Jadi ini ada cash flow gap untuk kita tetap bisa membayar pelayanan kesehatan yang sudah dilakukan oleh teman-teman di fasilitas kesehatan.” Pungkas Prihati Pujowaskito,

Pencairan dana dukungan APBN dilakukan secara terencana dalam dua tahap agar likuiditas keuangan lembaga penjamin kesehatan nasional tetap terjaga.

“Akan segera dicairkan untuk mendukung keuangan BPJS pada bulan Oktober ini, artinya dua hari lagi, dan juga bulan November. Sehingga nanti keuangan BPJS akan ter-cover dengan baik.”

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito juga mengungkapkan adanya 52 juta peserta tidak aktif. Jika pulih aktif membayar iuran kelas III, BPJS berpotensi memperoleh tambahan kas Rp24 triliun per tahun.

“Kalau itu bisa membayar iuran dengan semangat gotong royong, maka kalau kelas 3 saja itu sekitar Rp 2 triliun per bulan. Kalau setahun bisa Rp 24 triliun.” tambah Prihati Pujowaskito.

Meta Deskripsi:

 

Tagging:

 

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan