Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Nurul Arifin Usulkan Moratorium Umrah Jika Keamanan Timur Tengah Memburuk

✍️ Amun 🕒 28 Oct 2026
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin Foto: Istimewa

Soksinews.id - Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penghentian sementara atau moratorium pemberangkatan jemaah umrah Indonesia apabila situasi keamanan di Timur Tengah semakin memburuk. Usulan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko perjalanan menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan, termasuk serangan kelompok Houthi ke wilayah Arab Saudi.

Nurul mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri perlu mempertimbangkan kondisi keamanan sebelum mengambil keputusan terkait keberangkatan jemaah umrah ke Tanah Suci.

“Kami berharap ya kalau situasinya semakin genting, Kemenlu dalam hal ini bisa melakukan moratorium untuk pemberangkatan jemaah umroh begitu,” kata Nurul Arifin di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Meski demikian, Nurul menekankan bahwa kebijakan moratorium perlu dikaji secara matang. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari jemaah yang telah menunggu proses administrasi, kesiapan penyelenggara perjalanan umrah, hingga logistik dan jadwal keberangkatan yang sudah disusun.

Menurutnya, penghentian sementara pemberangkatan tidak dapat diputuskan tanpa memperhitungkan dampaknya terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah.

“Iya, kalau ini harus dilakukan moratorium ya karena ini kan terkait dengan persoalan waktu kemudian jemaah yang sudah menunggu lama, kemudian juga soal travel begitu ya dan perjalanan yang sudah sudah siap,” ujarnya.

Politikus Partai Golkar tersebut juga mengingatkan bahwa pelaksanaan moratorium perlu disesuaikan dengan kesiapan pemerintah dan koordinasi antarlembaga terkait. Karena itu, ia meminta agar pemerintah terlebih dahulu mengkaji kemungkinan penerapan kebijakan tersebut sebelum mengambil keputusan.

“Jadi, kita juga harus berpikir juga apakah Kemenlu dalam hal ini siap untuk melakukan moratorium atau tidak,” ucapnya.

Selain mengusulkan moratorium jika situasi keamanan semakin genting, Nurul mendorong agar perjalanan jemaah umrah Indonesia mengutamakan penerbangan langsung menuju Arab Saudi. Menurutnya, pengurangan transit dapat menjadi salah satu langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko perjalanan di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah.

Ia mencontohkan penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah sebagai alternatif yang perlu dipertimbangkan oleh penyelenggara perjalanan umrah.

“Kalau tidak antisipasinya seperti apa begitu apakah penerbangannya bisa langsung ke tempat tujuan misalnya ke Jeddah, kemudian ke Makkah ataupun langsung ke Madinah begitu jadi tidak usah transitnya terlalu banyak di mana-mana tapi fokus saja gitu,” kata Nurul.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, juga mengimbau jemaah umrah Indonesia untuk mengutamakan penerbangan langsung menuju Arab Saudi. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan perjalanan sekaligus mendorong optimalisasi penggunaan maskapai penerbangan Indonesia.

“Kami sebagai pihak yang mengelola haji dan umrah mengimbau jemaah memilih maskapai direct, bukan penerbangan transit. Lebih aman bisa direct ke Jeddah atau Madinah. Jadi kami sarankan itu,” tutur Dahnil, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Haji dan Umrah, Senin (26/10/2026).

A
AmunPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan