Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Mukhtarudin Soroti 73 Persen Lowongan Kerja Luar Negeri Belum Terisi

✍️ Ozi 🕒 10 Oct 2026
Menteri P2MI Mukhtarudin
Menteri P2MI Mukhtarudin Foto: Istimewa

Soksinews.id - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mengungkapkan bahwasanya Indonesia baru mampu menyerap sekitar 26 persen atau setara 75.000 dari total 287.000 lowongan kerja luar negeri terverifikasi per awal Oktober 2026.

Data mengejutkan tersebut dibeberkan oleh Menteri P2MI Mukhtarudin saat meresmikan Migrant Center dan meninjau Program SMK Go Global di Universitas Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026). Mukhtarudin menerangkan bahwa minimnya tingkat pengisian tersebut dipicu oleh keterbatasan sertifikasi kompetensi, keahlian bahasa asing, serta kesiapan keterampilan teknis calon pekerja.

Kendati fenomena penuaan populasi (aging population) di negara-negara Eropa dan Asia membuka peluang besar bagi puncak bonus demografi Indonesia, pemerintah kini mempercepat pelatihan melalui program prioritas SMK Go Global guna mencetak 500.000 tenaga terampil internasional.

“Menurut data di kami per 4 Oktober 2026, lowongan kerja berdasarkan SIP2MI yang sudah diverifikasi oleh perwakilan ada 287.000 lebih lowongan. Tapi ironisnya, kita baru bisa mengisi kurang lebih 26 persen atau 75.000 lowongan,” kata Mukhtarudin di Bandung, dikutip dari Antara, Jumat, 9 Oktober.

Tingginya angka pekerjaan yang belum terisi di pasar global menjadi evaluasi penting bagi penyiapan kualitas calon tenaga kerja nasional.

“Masih ada 73 persen lebih, hampir 74 persen yang belum bisa kita isi,” ujarnya.

Perubahan struktur demografi di berbagai negara maju dinilai menghadirkan momentum emas bagi ketersediaan angkatan kerja produktif dari Indonesia.

“Ketika negara kita mengalami bonus demografi, negara-negara lain mengalami aging population. Ini menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk mengisi kekurangan tenaga kerja global,” kata Mukhtarudin.

Akselerasi kesiapan calon pekerja migran difokuskan pada pemenuhan standar kualifikasi resmi yang disyaratkan oleh industri internasional.

“Menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan sesuai kompetensi global menjadi sebuah keniscayaan,” ujarnya.

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan