Mukhamad Misbakhun Buka Munas VII Wanita Swadiri, Dorong Konsolidasi SOKSI dan Peran Strategis Perempuan
Soksinews.id — Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI, Mukhamad Misbakhun, secara resmi membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I dan Musyawarah Nasional (Munas) VII Wanita Swadiri di Jakarta, 25 September 2026. Acara yang bertempat di Hotel Santika Premier, Slipi tersebut, dihadiri oleh perwakilan pengurus dari 11 Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) serta jajaran pimpinan ormas kekaryaan dan Partai Golkar.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut tamu kehormatan Sri Suparni Bahlil Lahadalia, Ketua Bidang Perempuan DPP Partai Golkar yang juga Ketua Umum KPPG dan Pengajian Al-Hidayah Hetifah Sjaifudian, Sekjen Depinas SOKSI Puteri Komarudin, Ketua Umum Wanita Swadiri Netty Komarudin, Bendahara Umum Depinas SOKSI AA Bagus Mahendra Putra, Ketua Harian Dr. Tubagus Iman Ariyadi, serta tokoh-tokoh senior SOKSI, seperti Ketua Dewan Pembina, Dr. Ahmadi Noor Supit; Ketua Dewan Pertimbangan, Prof. Dr. Thomas Suyatno, serta Ketua Dewan Pakar, Bapak Prof. Bomer Pasaribu.
Dalam sambutannya, Mukhamad Misbakhun menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terselenggaranya Mukernas I dan Munas VII Wanita Swadiri. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan musyawarah nasional ini merupakan bentuk kepatuhan organisasi dalam menjalankan periodisasi kepengurusan secara tertib sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
"Penguatan dan perapian struktur organisasi merupakan arahan serta teladan langsung dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Mengurus partai dan ormas kuncinya adalah konsolidasi untuk memperkuat kaki-kaki organisasi. Jika fondasinya kuat, kita bisa melangkah dan melompat setinggi apa pun," ujar Misbakhun.
Misbakhun menekankan bahwa Wanita Swadiri merupakan salah satu lembaga konsentrasi yang paling strategis di tubuh SOKSI dan Partai Golkar. Menurutnya, kaum perempuan memiliki loyalitas dan konsistensi yang sangat tinggi dalam menentukan arah pilihan.
"Perempuan itu kalau sudah menentukan pilihan, pilihannya tidak pernah berubah. Kehadiran Wanita Swadiri menjadi pilar utama dalam memperkuat konsolidasi internal SOKSI maupun Partai Golkar secara menyeluruh," jelasnya.
Menanggapi perkembangan zaman dan kemajuan teknologi termasuk Artificial Intelligence (AI), Misbakhun mengingatkan bahwa terdapat peran esensial perempuan yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi apa pun.
"Kemajuan teknologi tidak akan bisa menggantikan jiwa seorang ibu. Inspirasi dan sentuhan emosional seorang ibu adalah fondasi yang membentuk karakter dan jati diri setiap individu," tuturnya.
Selain itu, Ketua Komisi XI DPR RI ini juga menyoroti terbukanya ruang partisipasi politik bagi perempuan di Indonesia. Ia mencontohkan kepemimpinan perempuan di berbagai lembaga kunci sektor keuangan nasional, serta penempatan kader-kader perempuan Partai Golkar di jajaran kabinet pemerintahan. Hal ini membuktikan bahwa kapasitas, kompetensi, dan kecakapan perempuan telah diakui secara luas.
Misbakhun juga mendorong Wanita Swadiri untuk menjadi wadah pendidikan berorganisasi dan rekrutmen bagi generasi muda, mahasiswi, dan pelajar. Melalui ormas, masyarakat sipil dari berbagai latar belakang—termasuk ASN, pegawai BUMN, hingga TNI/Polri yang dibatasi untuk masuk partai politik—tetap dapat menyalurkan hak berorganisasi dan aspirasi politiknya untuk pembangunan bangsa.
"Ormas adalah wadah ideal mendidik generasi muda belajar tata krama, kepemimpinan, dan saling menghormati. Wanita Swadiri harus mampu melebarkan sayapnya, mengajak partisipasi anak-anak muda perempuan untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan bangsa sesuai minat dan sektornya masing-masing," pungkas Misbakhun.
Acara dilanjutkan dengan pemutaran agenda musyawarah kerja dan pemilihan kepengurusan baru DPP Wanita Swadiri untuk periode mendatang.
