Misbakhun Tekankan Penguatan Peran BPR Dan BPRS Untuk UMKM
"Pada kesempatan ini saya memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para anggota Perbarindo. Karena kalau itu (pendampingan usaha mikro dan kecil) tidak dilakukan, siapa lagi yang memberikan penghargaan, yang memberikan apresiasi terhadap semua pengorbanan tersebut? Menggerakkan ekonomi nasional itu tidak hanya dari mesin besar, tetapi juga mesin kecil yang membuat engine yang namanya perekonomian nasional itu bergerak maju," ujar Misbakhun dalam Seminar Nasional Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (PERBARINDO) seperti dikutip pada Selasa (20/10).
Komisi XI DPR RI berkomitmen memastikan kerangka regulasi dan pengawasan berpihak pada keberlanjutan industri BPR dan BPRS di seluruh wilayah Indonesia.
"Komisi XI konsisten memperjuangkan bagaimana peran industri BPR dan BPRS ini bisa memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional kita," tuturnya.
Penguatan akses modal bagi pelaku usaha di pedesaan dan daerah terpencil dinilai sebagai sarana efektif dalam membuka lapangan kerja baru serta menjaga kesejahteraan keluarga.
"Ekonomi informal kita itu luar biasa dukungannya terhadap perekonomian nasional. Satu UMKM mempekerjakan dirinya sendiri dan mampu memberikan penyerapan tenaga kerja. Ada satu keluarga yang tercukupi, ada satu individu yang terberdayakan perekonomiannya. Dan ini peran BPR dan BPRS dalam membangun ekosistem pembiayaan dan kredit di level perekonomian paling bawah, ekonomi yang paling rumit, ekonomi yang begitu complicated, menyeberangi sungai, menyeberangi sawah, dengan infrastruktur yang sangat terbatas. Kontribusi ini harus diakui dan harus diberikan apresiasi," jelas Misbakhun.
Sinergi antara pelaku industri, OJK, dan pemangku kepentingan dipandang krusial agar transformasi perbankan rakyat senantiasa mematuhi tata kelola serta prinsip kehati-hatian.
"Masih banyak peluang industri BPR dan BPRS untuk terus berkontribusi terhadap UMKM. Dukungan selama ini BPR dan BPRS terhadap usaha kecil dan mikro menjadi kontribusi yang luar biasa. Tentunya kita harus cermati perlunya agility bagaimana beradaptasi karena kita melihat perkembangan lingkungan di sekitar kita, perkembangan teknologi yang luar biasa. Kemudian perkembangan produk pembiayaan kepada UMKM," terangnya.
