Misbakhun Minta Publik Pahami Pernyataan Prabowo Soal MSCI
Soksinews.id - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) perlu dipahami secara menyeluruh dan tidak parsial. Keterangan tersebut disampaikan Misbakhun seperti dikutip di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Ketua Umum DEPINAS SOKSI tersebut menegaskan bahwa pesan Presiden ditujukan untuk membakar semangat masyarakat agar tetap optimistis, mengingat fundamental ekonomi nasional ditopang oleh kekuatan rakyat serta ketahanan sektor strategis seperti pangan dan energi. Di samping itu, Komisi XI DPR RI secara konsisten mendorong pemerintah dan otoritas terkait untuk terus mengevaluasi perkembangan bursa saham serta mempercepat reformasi tata kelola, termasuk rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) demi menjaga kepercayaan investor global.
"Bapak Presiden adalah ingin memberikan penguatan bahwa ekonomi Indonesia itu dibangun berdasarkan kekuatan rakyat Indonesia itu sendiri. Kekuatan rakyat Indonesia sendiri. Tentunya dengan memberikan semangat itu, rakyat Indonesia diharapkan tidak terlalu khawatir dengan situasi yang ada," kata Misbakhun seperti dikutip pada Selasa (27/10/2026).
Resiliensi dan fleksibilitas struktur ekonomi nasional dipandang telah teruji secara nyata saat mampu bangkit dengan cepat pascapandemi.
"Kita punya daya tahan yang sangat kuat, kita punya ekonomi yang sangat lincah. Dan tentunya ini menjadi sebuah kekuatan sendiri," ujarnya.
Sikap kehati-hatian dari para pemangku kebijakan diposisikan sebagai pilar penting untuk memastikan seluruh formula regulasi memberikan manfaat langsung bagi publik.
"Tetapi situasi sulit, situasi tekanan itu harus disikapi dengan lebih hati-hati, para pengambil kebijakan juga harus diberikan semangat bahwa apa yang menjadi kebijakan-kebijakan mereka itu memberikan dampak yang nyata buat masyarakat," ucapnya.
Langkah pengawasan dan evaluasi berkala terhadap pergerakan bursa saham terus dijalankan oleh parlemen secara intensif.
"Jadi gini, yang berkaitan dengan pasar modal, kita sering sekali, sering sekali Komisi XI itu rapat, kemudian memohon lakukan evaluasi monitoring, termasuk terhadap penurunan pasar modal," ucap Misbakhun.
Kepatuhan terhadap regulasi internasional menjadi landasan utama untuk memberikan sinyal positif kepada seluruh pemangku kepentingan pasar modal dunia.
"Dan tentunya ini untuk memberikan apa? Memberikan pesan yang nyata dan kuat kepada MSCI, termasuk kepada masyarakat global, investor global, bahwa Indonesia mengikuti protokol-protokol tata kelola bursa saham internasional. Termasuk Bursa Efek Indonesia telah melakukan upaya yang serius dan sungguh-sungguh itu dan mereka bahkan sudah bertemu berkali-kali dengan MSCI," imbuhnya.
