Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Misbakhun Minta Pernyataan Prabowo Soal MSCI Tidak Dipahami Sepotong

✍️ Ozi 🕒 26 Oct 2026
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun Foto: Istimewa

Soksinews.id - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meminta publik tidak mengartikan secara sepotong-sepotong pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menegaskan Indonesia tidak gentar menghadapi ancaman penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Penjelasan tersebut disampaikan Misbakhun di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu (25/10/2026). Misbakhun menegaskan bahwa arahan Presiden ditujukan untuk membakar semangat nasionalisme serta menegaskan resiliensi ekonomi nasional yang ditopang oleh kekuatan rakyat sendiri, ketahanan pangan, serta sektor energi.

Meski demikian, Komisi XI DPR RI bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan pembenahan dan konsisten berdialog dengan pihak MSCI guna memastikan bursa saham Indonesia sepenuhnya mematuhi standar serta protokol tata kelola internasional.

"Jangan diartikan secara terlalu vis a vis seperti itu, tapi ini kan memberikan semangat, bahwa ada tekanan, iya, ada situasi sulit, iya. Tetapi situasi sulit, situasi tekanan itu harus disikapi dengan lebih hati-hati," kata Misbakhun di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu (25/10).

Sinergi antara regulator dan pelaku bursa saham terus diperkuat demi menunjukkan komitmen nyata Indonesia dalam mematuhi regulasi internasional.

"Dan tentunya ini untuk memberikan apa? Memberikan pesan yang nyata dan kuat kepada MSCI, termasuk kepada masyarakat global, investor global, bahwa Indonesia mengikuti protokol-protokol tata kelola bursa saham internasional. Termasuk Bursa Efek Indonesia telah melakukan upaya yang serius dan sungguh-sungguh itu dan mereka bahkan sudah bertemu berkali-kali dengan MSCI," ucap dia.

Kekuatan fundamental ekonomi Indonesia dinilai memiliki fleksibilitas tinggi di luar sektor pasar keuangan.

"Karena di luar pasar modal ada sektor-sektor mengenai ketahanan pangan, ketahanan energi, kemudian daya lentur ekonomi kita, kita punya resiliensi yang sangat bagus," ujar dia.

Pengawasan ketat terhadap reformasi bursa efek terus berjalan agar kondisi pasar modal tetap adaptif di tengah dinamika eksternal.

"Dan dinamika di dalam pasar modal ini kan selalu volatile. Tetapi kita juga ingin mengingatkan kepada masyarakat bahwa situasi-situasi saat ini, ini juga tidak berdasarkan hanya situasi ekonomi nasional saja. Tapi ada situasi geopolitik yang mengalami tekanan, naik turun, ketidakpastian," ucapnya.

O
OziPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan