Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Meutya Hafid Minta Perusahaan AS Perluas Investasi Digital Indonesia

✍️ Ozi 🕒 29 Oct 2026
Menkomdigi Meutya Hafid
Menkomdigi Meutya Hafid Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mendorong perusahaan teknologi Amerika Serikat untuk memperluas investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia, mulai dari penciptaan peluang ekonomi hingga perbaikan layanan publik.

Penjelasan tersebut disampaikan Meutya saat menerima delegasi US-ASEAN Business Council (USABC) di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026). Meutya menegaskan bahwa transformasi digital tanah air bertumpu pada tiga prinsip utama, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.

Selain infrastruktur, pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi yang disertai transfer pengetahuan serta kepastian regulasi pengembangan kecerdasan artifisial (AI) guna melindungi 280 juta jiwa penduduk Indonesia.

“Pembangunan digital tidak cukup hanya menghubungkan masyarakat dengan internet. Konektivitas harus membuka peluang pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperbaiki pelayanan publik. Tanpa manfaat tersebut, potensi pembangunan infrastruktur digital belum dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).

Peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal diposisikan sebagai syarat utama dalam memperkuat kemitraan ekonomi digital bilateral.

“Hubungan kita akan semakin baik apabila kita terus memperhatikan transfer pengetahuan dan peningkatan keahlian dalam berbagai pengembangan digital yang dilakukan di Indonesia,” kata Meutya.

Penerapan inovasi teknologi mutakhir diimbangi dengan penyusunan koridor hukum yang transparan serta mampu melindungi data pribadi warga.

“Indonesia perlu terus mengembangkan AI dan memanfaatkan peluang yang ditawarkannya. Namun, dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, kita juga harus memastikan adanya aturan dan mekanisme perlindungan yang memadai agar teknologi ini dapat digunakan secara aman dan bertanggung jawab,” tegas Meutya.

Pemerintah memastikan penyusunan Peta Jalan AI Nasional akan melibatkan dialog terbuka bersama para pelaku industri dunia.

“Kami ingin memastikan regulasi yang disiapkan dapat dipahami dan diprediksi oleh para pemangku kepentingan, bukan menjadi kejutan bagi industri. Karena itu, proses penyusunannya perlu terbuka terhadap berbagai perspektif agar inovasi dapat berkembang dengan tetap memperhatikan pelindungan masyarakat,” ungkapnya.

O
OziPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan