Menteri Wihaji Targetkan Prevalensi Stunting Turun Jadi 18 Persen
Soksinews.id - Pemerintah mempercepat pembenahan program pencegahan stunting nasional dengan memprioritaskan langkah intervensi terpadu kepada sekitar 8,1 juta Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di seluruh wilayah Indonesia.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji memaparkan bahwa langkah percepatan ini dilakukan guna memangkas prevalensi stunting nasional dari posisi 19,8 persen pada 2024 menjadi 18,8 persen pada 2025.
Pemerintah bersama para pemangku kepentingan terus mematangkan integrasi pendataan dan alokasi bantuan sosial agar tepat sasaran di kawasan perdesaan maupun perkotaan. Pendekatan kolaboratif dipandang sebagai instrumen utama demi merealisasikan target penurunan angka stunting secara berkelanjutan sekaligus membangun fondasi sumber daya manusia yang unggul.
“Pemerintah bersama para stakeholder terkait berupaya untuk menyelesaikan dan mempercepat penanganan masalah stunting,” ujar Wihaji dalam video tersebut.
Kementerian Kependudukan menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh pihak dari tingkat pusat hingga daerah untuk mengawal pemenuhan gizi keluarga.
Upaya penurunan prevalensi stunting ini menjadi bagian integral dari prioritas pembangunan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia secara menyeluruh.
Melalui sinergi antar-lembaga dan dukungan swasta, pemerintah optimistis target penurunan angka stunting dapat tercapai tepat waktu demi mencetak generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing.***
