Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Menteri P2MI Mukhtarudin Tinjau Pelatihan SMK Go Global Di UKRI Bandung

✍️ Ozi 🕒 09 Oct 2026
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meninjau langsung pelaksanaan program SMK Go Global di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan efektivitas pelatihan kompetensi dan bahasa asing sebagai langkah pelindungan dari hulu bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebelum diberangkatkan.

Hingga 8 Oktober 2026, BP3MI Jawa Barat mencatatkan jumlah peserta tertinggi nasional sebanyak 1.319 orang, di mana 175 peserta di antaranya mengikuti pelatihan operasional produksi, welder, dan barista berbasis APBN di UKRI. Program ini dirancang untuk mendukung target penempatan kerja luar negeri secara aman, legal, dan profesional yang diproyeksikan mencapai 40.000 orang pada tahun 2026.

"Program ini juga menjadi bentuk pelindungan dari hulu, dengan membekali peserta dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja internasional agar siap bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi," kata Mukhtarudin saat berkunjung ke Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Penguatan keterampilan peserta disiapkan melalui penyediaan fasilitas penuh dari pemerintah pusat.

"Pelatihan dalam Program SMK Go Global ini sepenuhnya dibiayai melalui APBN. Ini merupakan wujud komitmen Kementerian P2MI untuk menghadirkan pelatihan berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional," kata Mukhtarudin.

Pihak akademisi menyambut baik agenda kolaborasi strategis tersebut untuk mencetak tenaga kerja nasional berdaya saing global.

"Kami ingin agar ketika anak-anak muda Indonesia bekerja di luar negeri, maka mereka bukan hanya dikenal sebagai tenaga kerja, tetapi juga dikenal sebagai tenaga profesional Indonesia yang kompeten, berintegritas, berbudaya, dan mampu menjaga nama baik bangsa," kata Erdiansyah.

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan