Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Menteri P2MI Mukhtarudin Sebut Potensi Masalah PMI Malaysia Makin Kecil

✍️ Ozi 🕒 18 Sep 2026
Menteri P2MI Mukhtarudin Sebut Potensi Masalah PMI Malaysia Makin Kecil
Menteri P2MI Mukhtarudin Sebut Potensi Masalah PMI Malaysia Makin Kecil

Soksinews.id - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyatakan bahwa potensi timbulnya masalah bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia kini semakin mengecil berkat rekam jejak kerja sama yang panjang serta komitmen pengawasan kedua negara.

Keterangan tersebut disampaikan Mukhtarudin seusai mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam pertemuan bilateral bersama Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid bin Hamidi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Selain membahas mitigasi masalah, pemerintah Indonesia mendorong percepatan pembaharuan nota kesepahaman (MoU) pelindungan PMI baik sektor formal maupun informal yang ditargetkan rampung pada September ini sebelum ditandatangani pada Oktober 2026. Langkah ini diiringi upaya diplomasi untuk memperbesar alokasi kuota PMI sektor formal dengan kualifikasi keterampilan menengah dan tinggi (medium and high skill workers).

"Terkait dengan pelindungan pekerja migran yang ada di Malaysia. Saya kira hubungan Indonesia-Malaysia terkait pekerja migran ini cukup lama, sudah cukup lama berlangsung. Selama ini potensi masalah sudah sangat makin kecil dan kedua negara sudah ada kesepakatan-kesepakatan untuk melakukan pembinaan, kemudian pelindungan bagi warga negara kita yang bekerja di Malaysia," kata Mukhtarudin.

Pemerintah secara intensif menjalin komunikasi agar proses finalisasi regulasi ketenagakerjaan tersebut dapat segera direalisasikan demi menjamin keamanan warga negara di luar negeri.

"Saya juga sempat menyampaikan atas izin dari Wakil Presiden kepada Wakil Perdana Menteri Malaysia terkait dengan masalah perpanjangan MoU antara Indonesia dan Malaysia baik di sektor informal maupun yang formal," katanya.

Dukungan percepatan dari jajaran pemerintah Malaysia diharapkan mampu mempermudah penataan mekanisme kerja sama yang adil dan terstruktur.

"Jadi tadi kita minta dukungan Wakil Menteri, eh Wakil Perdana Menteri Malaysia untuk bisa membantu proses percepatan finalisasi MoU," katanya.

Setelah finalisasi teknis diselesaikan, agenda akan dilanjutkan ke tahap pembahasan tingkat tinggi menjelang penandatanganan kesepakatan antarmenteri.

"Nanti high level meeting-nya nanti pada bulan Oktober. Sehingga bisa ditandatangani MoU-nya antara Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan Menteri Tenaga Kerja Malaysia," ujarnya.

Pemerintah menaruh perhatian besar pada penataan tenaga kerja di Malaysia agar para pekerja migran perdesaan maupun perkotaan memperoleh jaminan perlindungan secara menyeluruh.

"Memang masih dominan oleh informal. Jadi kita memperkuat juga sektor formal, khususnya yang di, di medium dan high skill workers," ujar Mukhtarudin.

Atas arahan kepemimpinan nasional, penguatan proteksi dan keselamatan seluruh PMI yang mengadu nasib di Malaysia tetap menjadi prioritas utama.

"Termasuk tadi Pak Wakil Presiden juga memesankan pentingnya memberikan proteksi yang bagus, pelindungan yang baik terhadap pekerja-pekerja migran kita yang ada di Malaysia," katanya.

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan