Menteri P2MI Mukhtarudin Perluas MoU Vokasi Bersama Menperin Sarmuji
“Kalau dulu hanya manufaktur, sekarang akan memperluas ke semua sektor yang dimiliki oleh Balai Diklat Industri, yang dimiliki oleh perindustrian, baik itu berupa politeknik maupun akademi komunitas, dan termasuk SMK,” kata ungkap Mukhtarudin.
Pendekatan penyelarasan kurikulum berbasis kebutuhan pasar global diterapkan agar pelatihan dan sertifikasi kompetensi calon pekerja migran tepat sasaran.
“Metodologi yang kita pakai mulai dari ada demand dulu, kemudian kompetensi yang dibutuhkan seperti apa, baru kita latih seperti apa,” ujar Menteri P2MI.
Program prioritas nasional ini dilaksanakan lintas lembaga tanpa ego sektoral demi memanfaatkan seluruh potensi BDI yang berkapasitas 11.000 peserta per tahun.
“Ini menunjukkan bahwa jajaran kabinet saat ini tidak mengedepankan ego sektoral, tetapi kita saling mengisi mana potensi-potensi yang bisa dimanfaatkan oleh beberapa kementerian untuk bekerja sama,” ujar Sarmuji.
Kualitas kompetensi dan sertifikasi yang teruji menjadi kunci utama perlindungan serta penyumbang citra positif bangsa di mancanegara.
“Pekerja yang terampil itu adalah delegasi Indonesia yang bisa membawa nama baik Indonesia. Sebaliknya, kalau kita mengirimkan pekerja yang tidak terampil, mungkin akan banyak masalah yang dihadapi,” pungkas Menteri Perindustrian Sarmuji.
