Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Menteri P2MI Mukhtarudin Perluas MoU Vokasi Bersama Menperin Sarmuji

✍️ Ozi 🕒 16 Oct 2026
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin resmi memperluas kemitraan strategis dengan Kementerian Perindustrian guna menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dan sesuai kebutuhan pasar internasional. Langkah tersebut ditandai melalui pembaruan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) di Balai Diklat Industri (BDI), Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Kerja sama lintas kementerian ini memperluas cakupan pelatihan vokasi yang semula terbatas pada manufaktur kini mencakup seluruh fasilitas pendidikan Kemenperin, seperti BDI, politeknik, SMK, dan akademi komunitas, guna mendukung Program Direktif Presiden Prabowo Subianto, yakni "SMK Go Global". Skema pelatihan dirancang berbasis permintaan (demand-driven) serta ditopang oleh pembiayaan APBN dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) penempatan.

“Kalau dulu hanya manufaktur, sekarang akan memperluas ke semua sektor yang dimiliki oleh Balai Diklat Industri, yang dimiliki oleh perindustrian, baik itu berupa politeknik maupun akademi komunitas, dan termasuk SMK,” kata ungkap Mukhtarudin.

Pendekatan penyelarasan kurikulum berbasis kebutuhan pasar global diterapkan agar pelatihan dan sertifikasi kompetensi calon pekerja migran tepat sasaran.

“Metodologi yang kita pakai mulai dari ada demand dulu, kemudian kompetensi yang dibutuhkan seperti apa, baru kita latih seperti apa,” ujar Menteri P2MI.

Program prioritas nasional ini dilaksanakan lintas lembaga tanpa ego sektoral demi memanfaatkan seluruh potensi BDI yang berkapasitas 11.000 peserta per tahun.

“Ini menunjukkan bahwa jajaran kabinet saat ini tidak mengedepankan ego sektoral, tetapi kita saling mengisi mana potensi-potensi yang bisa dimanfaatkan oleh beberapa kementerian untuk bekerja sama,” ujar Sarmuji.

Kualitas kompetensi dan sertifikasi yang teruji menjadi kunci utama perlindungan serta penyumbang citra positif bangsa di mancanegara.

“Pekerja yang terampil itu adalah delegasi Indonesia yang bisa membawa nama baik Indonesia. Sebaliknya, kalau kita mengirimkan pekerja yang tidak terampil, mungkin akan banyak masalah yang dihadapi,” pungkas Menteri Perindustrian Sarmuji.

O
OziPenulis
MK
Melly KartikaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan