Menteri ESDM Bahlil Siapkan Aturan Baru Kriteria Pengguna BBM Subsidi
Soksinews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah memformulasikan aturan baru mengenai kriteria serta regulasi pengguna bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi demi mencegah migrasi (shifting) konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.
Hal tersebut disampaikan Bahlil saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (17/9/2026), merespons lonjakan konsumsi Pertalite yang memicu antrean panjang kendaraan di SPBU, termasuk di kawasan Sulawesi Selatan.
Tingginya disparitas harga antara BBM nonsubsidi dan subsidi disinyalir menjadi penyebab utama perubahan pola konsumsi masyarakat, kendati Kementerian ESDM mengimbau pemilik kendaraan mewah untuk bersikap bijak dengan tidak mengambil alokasi rakyat kurang mampu serta memastikan bahwa ketahanan cadangan stok BBM nasional berada pada posisi aman di kisaran 18 hingga 20 hari.
"Ya memang kita lagi ada memformulasikan aturannya," jelasnya ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip Kamis (17/9/2026).
Pemerintah terus menekankan pentingnya kesadaran masyarakat kalangan mampu agar alokasi kuota energi bersubsidi tepat sasaran.
"Makanya dalam berbagai kesempatan kan saya menganjurkan agar saudara-saudara saya yang mampu, yang mobilnya bagus, tolonglah kita jangan sampai memakai BBM subsidi, karena itu kan BBM subsidi itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak meberimanya, ya," kata Bahlil.
Terkait dinamika antrean kendaraan di daerah, pemerintah mengidentifikasi adanya kombinasi faktor migrasi konsumsi serta praktik pengisian tidak wajar oleh oknum tertentu.
"Kemudian yang terjadi di Sulawesi Selatan kemarin, itu memang terjadi antrean panjang karena banyak faktor. Salah satu di antaranya adalah ada memang pihak-pihak, kan teman-teman media kan udah punya data, ngantre di pompa bensin hanya untuk... ya ada maksud lain lah kira-kira begitu. Dan alat buktinya kan udah banyak, ya," bebernya.
Pemerintah menjamin ketersediaan pasokan energi nasional tetap terjaga stabil di tengah perumusan formulasi pembatasan tersebut.
"BBM itu kan secara cadangan stok nasional kita kan dalam batas minimal nasional, 18 sampai 20 hari," tandasnya.
