Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pastikan Pasokan Minyak Nasional Aman

✍️ Ozi 🕒 18 Sep 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pastikan Pasokan Minyak Nasional Aman
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pastikan Pasokan Minyak Nasional Aman Foto: DOK. IESR

Soksinews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan minyak mentah nasional berada dalam kondisi aman, termasuk realisasi skema pengadaan impor dari Rusia yang berjalan sesuai rencana untuk menjaga ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik global. Penegasan tersebut disampaikan Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Langkah pengadaan dari Rusia dilakukan melalui mekanisme antarpemerintah (government-to-government/G-to-G) yang dilanjutkan ke tingkat badan usaha (government-to-business/G-to-B) melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026.

Upaya ini ditempuh mengingat realisasi produksi minyak mentah dalam negeri per September 2026 yang sebesar 571.731 barel per hari belum mencapai target lifting nasional sebesar 610 ribu barel per hari, sehingga pasokan pasokan luar negeri diperlukan demi menjamin ketersediaan BBM subsidi di masyarakat.

"Saya menyampaikan bahwa ketersediaan untuk crude kita insya Allah aman termasuk bagian daripada Rusia," kata Bahlil dikutip dari Antara, Kamis (17/9/2026).

Mengenai detail pengiriman serta teknis pelaksanaan kerja sama minyak tersebut, pemerintah akan memberikan rincian lebih lanjut pada waktu yang tepat.

"Nanti yang teknis lainnya dari Rusia saya akan menjelaskan pada waktu yang tepat," jelasnya.

Pemerintah menegaskan bahwa pemenuhan alokasi energi nasional mengutamakan prinsip kedaulatan serta kelayakan ekonomis demi merespons kondisi global.

"Kita sekarang ini kan lagi kondisi global kayak begini, kita mencari skala prioritas mana yang duluan bisa mendatangkan crude kita. Selama tidak menabrak aturan dan secara ekonomis masuk," kata Bahlil.

Langkah diplomasi pasokan energi ini berlandaskan pada komitmen perlindungan masyarakat serta prinsip politik luar negeri Indonesia.

"Saya lebih mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan lain. Apalagi kedaulatan bangsa kita tidak boleh diintervensi oleh siapa pun. Karena kita menganut mazhab politik bebas aktif," jelasnya.***

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan