Menperin Soroti Kontribusi JIIPE Gresik terhadap Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi
Soksinews.id - Kawasan industri terintegrasi Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dinilai memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah melalui penyerapan 70 persen tenaga kerja lokal. Keberadaan kawasan tersebut juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat serta mendukung pertumbuhan industri di wilayah sekitarnya.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, pengembangan kawasan industri seperti JIIPE memberikan manfaat bagi daerah, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi.
“Gresik ini mendapatkan manfaat yang cukup besar dari adanya JIIPE, tenaga kerjanya terserap, lalu lintas perekonomian juga otomatis tumbuh. Ada daerah-daerah tertentu yang tumbuh, perekonomiannya juga pasti akan terdongkrak dengan adanya sebuah kawasan industri,” ujar Sarmuji dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, sosialisasi mengenai manfaat kawasan industri perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami kontribusi investasi terhadap perekonomian daerah. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan dapat melihat keterkaitan antara pertumbuhan industri, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar.
Dalam kunjungannya ke JIIPE, Sarmuji memperoleh penjelasan mengenai perkembangan kawasan, infrastruktur, serta fasilitas utilitas yang tersedia. Ia juga meninjau sejumlah fasilitas hilirisasi di sektor logam, manufaktur pendukung energi terbarukan, dan industri kimia.
Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), selaku pengelola JIIPE, Bambang Soetiono menjelaskan bahwa kawasan industri terintegrasi tersebut dikembangkan dengan dukungan pelabuhan laut dalam serta berbagai fasilitas penunjang operasional dan logistik.
JIIPE memiliki area industri seluas 1.761 hektare, area pelabuhan 406 hektare, dan area residensial 800 hektare. Hingga saat ini, sekitar 60 persen lahan kawasan industri tersebut telah terjual.
Sejumlah perusahaan yang telah berinvestasi di kawasan tersebut antara lain PT Freeport Indonesia, Xinyi, Hailiang, Golden Elephant (GEABH), dan ANTAM. Kehadiran berbagai perusahaan itu memperluas aktivitas industri di JIIPE, termasuk pada sektor pengolahan mineral, manufaktur, dan industri pendukung energi terbarukan.
Bambang menilai, kelengkapan infrastruktur dan utilitas serta akses pelabuhan laut dalam menjadi keunggulan JIIPE dalam mendukung efisiensi logistik dan pengembangan industri. Infrastruktur tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan sekaligus menunjang kelancaran distribusi bahan baku dan produk industri.
“Kelebihan JIIPE adalah sarana infrastruktur dan utilitas yang lengkap serta memiliki laut dalam sehingga memudahkan industri. Kami juga membangun pembangkit listrik tenaga gas yang dipasok PGN dan berencana membangun PLTS,” ujar Bambang.
