Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Menperin Sarmuji Targetkan Kontribusi Manufaktur Tembus 20 Persen PDB

✍️ Ozi 🕒 09 Oct 2026
Menperin Sarmuji Targetkan Kontribusi Manufaktur Tembus 20 Persen PDB

Soksinews.id - Pemerintah membidik peningkatan kontribusi sektor industri manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga mencapai 20 persen pada tahun 2027. Keterangan tersebut disampaikan oleh Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji dalam program Manufacture Check CNBC Indonesia di Kantor Kemenperin, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Sarmuji menilai porsi kontribusi manufaktur saat ini yang berada di kisaran 19 persen belum cukup kuat menjadi faktor pengungkit (leverage) untuk memacu lompatan pertumbuhan ekonomi menuju status negara maju. Guna mengejar sasaran tersebut, Kemenperin memfokuskan strategi pada pendalaman struktur industri dari penyediaan bahan baku hingga produk jadi bernilai tambah tinggi, penguatan keterkaitan antara industri utama dan pendukung, serta penciptaan ekosistem iklim investasi yang kondusif bagi para pelaku usaha domestik.

"Kontribusi industri kita itu sekitar 19% terhadap PDB nasional. Tentu kita ingin meningkat lagi, karena untuk ukuran negara yang mau menuju maju, angka 19% itu belum cukup untuk menjadi leverage, faktor bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PDB secara keseluruhan," ujar Menteri Perindustrian Sarmuji dalam Manufacture Check CNBC Indonesia di kantornya Gedung Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Jakarta, Jumat (9/10/26).

Pembangunan ekosistem yang solid dipandang mendesak agar keberadaan instansi pemerintah memberikan dampak riil bagi efisiensi para pelaku manufaktur.

"Kita harus menciptakan satu ekosistem industri yang baik. Kementerian Perindustrian ada, tentu harus ada manfaat lebihnya bagi para industrialwan. Sektor-sektor industri harus merasakan manfaat dari keberadaan Kemenperin," kata Sarmuji.

Kemenperin berkomitmen menjaga agar kinerja pertumbuhan manufaktur nasional terus terakselerasi dan tidak mengalami penurunan sebelum mencapai taraf kematangan penuh.

"Saya tidak ingin industri kita itu layu sebelum matang. Di negara yang lain, di negara yang industrinya sudah maju, memang pertumbuhan sektor industri itu bisa stagnan, bahkan menurun. Tapi bukan karena lemah, karena sudah matang dan orientasi di sektor yang lain lebih besar, misalkan sektor jasa dan sebagainya," ujarnya.

Peningkatan kontribusi manufaktur bakal diupayakan bertahap dengan target pemulihan porsi perekonomian nasional yang terukur secara berkelanjutan.

"Kalau bisa bertahap, mungkin 2027 bisa 20%, kalau 21%, itu menurut saya sudah improvement yang cukup bagus. Syukur-syukur bisa 25%. Sebenarnya sangat bagus kalau bisa sampai 30%, tapi sekarang mungkin belum waktunya," kata Sarmuji.

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan