Menperin Sarmuji Targetkan Kontribusi Manufaktur Tembus 20 Persen PDB
"Kontribusi industri kita itu sekitar 19% terhadap PDB nasional. Tentu kita ingin meningkat lagi, karena untuk ukuran negara yang mau menuju maju, angka 19% itu belum cukup untuk menjadi leverage, faktor bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PDB secara keseluruhan," ujar Menteri Perindustrian Sarmuji dalam Manufacture Check CNBC Indonesia di kantornya Gedung Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Jakarta, Jumat (9/10/26).
Pembangunan ekosistem yang solid dipandang mendesak agar keberadaan instansi pemerintah memberikan dampak riil bagi efisiensi para pelaku manufaktur.
"Kita harus menciptakan satu ekosistem industri yang baik. Kementerian Perindustrian ada, tentu harus ada manfaat lebihnya bagi para industrialwan. Sektor-sektor industri harus merasakan manfaat dari keberadaan Kemenperin," kata Sarmuji.
Kemenperin berkomitmen menjaga agar kinerja pertumbuhan manufaktur nasional terus terakselerasi dan tidak mengalami penurunan sebelum mencapai taraf kematangan penuh.
"Saya tidak ingin industri kita itu layu sebelum matang. Di negara yang lain, di negara yang industrinya sudah maju, memang pertumbuhan sektor industri itu bisa stagnan, bahkan menurun. Tapi bukan karena lemah, karena sudah matang dan orientasi di sektor yang lain lebih besar, misalkan sektor jasa dan sebagainya," ujarnya.
Peningkatan kontribusi manufaktur bakal diupayakan bertahap dengan target pemulihan porsi perekonomian nasional yang terukur secara berkelanjutan.
"Kalau bisa bertahap, mungkin 2027 bisa 20%, kalau 21%, itu menurut saya sudah improvement yang cukup bagus. Syukur-syukur bisa 25%. Sebenarnya sangat bagus kalau bisa sampai 30%, tapi sekarang mungkin belum waktunya," kata Sarmuji.
