Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Menperin Sarmuji Soroti Ancaman Barang Impor Terhadap Industri Lokal

✍️ Ozi 🕒 06 Oct 2026
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyoroti potensi lonjakan produk impor yang kian mengancam daya saing dan kelangsungan industri manufaktur dalam negeri. Pernyataan tegas tersebut disampaikan Sarmuji usai memimpin rapat kerja bersama Ditjen ILMATE serta Ditjen Industri Agro di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026).

Sarmuji mengingatkan bahwa perlindungan sektor riil tidak dapat diselesaikan secara sepihak oleh Kemenperin semata, melainkan butuh sinergi regulasi bersama kementerian lain seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan. Pelonggaran aturan masuk barang luar tanpa pembatasan terukur dinilai dapat melumpuhkan produsen lokal, sehingga dibutuhkan pengetatan izin impor secara konsisten demi menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Penyelesaian kendala mendasar sektor industri kerap bergantung pada kebijakan instansi pemerintah lainnya.

"Hubungan Kementerian Perindustrian dengan stakeholder yang lain, itu harus kita perkuat. Karena banyak problem yang penyelesaiannya itu tidak di Kementerian Perindustrian saja. Banyak problem yang justru penyelesaiannya ada di kementerian lain," ujar Sarmuji.

Kemudahan izin masuk barang asing tanpa mempertimbangkan kapasitas produksi dalam negeri dinilai memberatkan pelaku usaha domestik.

"Saya contoh misalkan di Kementerian Perdagangan, kalau izin impor itu terbuka sedemikian rupa tanpa ada pertimbangan untuk membatasi, pasti sektor industri dalam negeri itu pasti akan sulit bertahan untuk jenis-jenis barang-barang tertentu. Nah, itu kita membutuhkan kerja sama dengan banyak sekali stakeholder," tegasnya.

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan