Menperin Sarmuji Sebut Pertumbuhan Industri Kunci Capai Target Ekonomi
“Kalau pertumbuhan industrinya enggak tinggi akan sulit dicapai pertumbuhan ekonomi 6%. Apalagi penyerapan tenaga kerja, sektor industri itu menyerap tenaga kerja yang jauh lebih besar dibanding sektor-sektor yang lain,” kata Sarmuji saat ditemui di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026), dikutip dari InvestorTrust.
Laju manufaktur domestik dipacu agar peningkatan ekonomi nasional berjalan seirama dengan arahan pemerintah pusat.
“Sehingga tumbuhnya harus lebih tinggi kalau mau pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi sesuai dengan target Presiden 6%,” imbuhnya.
Instansi pemerintah berkomitmen menghadirkan terobosan kebijakan yang mempercepat ekspansi para pelaku usaha di Tanah Air.
“Karena kita sudah terlanjur ada Kemenperin dan mereka juga ada, maka logikanya harus dibalik. Keberadaan Kemenperin harus menjadi faktor akseleratif terhadap industri-industri di bawah naungan Kemenperin,” jelasnya.
Penanganan persoalan industri padat karya terus diupayakan karena keterkaitannya dengan ekosistem penjahit dan unit usaha kecil.
“Memang masih ada banyak problem ya di industri tekstil. Namun, kalau pemerintah memang mau menjadikan tekstil ini menjadi lebih kuat, tentu kita sangat senang. Karena tekstil itu turunannya sangat banyak ya, termasuk di sektor-sektor industri kecil sangat banyak turunannya, penjahit-penjahit macam-macam sangat banyak,” terang Sarmuji.
