Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Menperin Sarmuji Sebut Industri Tumpuan Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

✍️ Ozi 🕒 05 Oct 2026
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji Foto: Istimewa

Soksinews.id - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa sektor industri manufaktur merupakan pilar vital dan tumpuan utama dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional serta memperluas penyerapan tenaga kerja.

Penegasan tersebut disampaikan Menperin Sarmuji dalam keterangan resminya usai gelaran serah terima jabatan di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, akhir pekan kemarin. Dalam arahannya, Sarmuji berkomitmen menjaga kesinambungan program strategis yang telah diletakkan oleh pendahulunya, Agus Gumiwang Kartasasmita, sembari mendorong terobosan gagasan baru di lingkungan Kemenperin.

Guna merealisasikan target pertumbuhan tersebut, Kemenperin memperkuat kolaborasi erat dengan asosiasi pengusaha dan pelaku industri serta menciptakan suasana kerja internal yang terbuka dan responsif terhadap dinamika ekonomi.

“Kita semua tahu bahwa sektor industri adalah sektor yang sangat vital bagi republik ini. Sektor industri adalah tumpuan dan harapan agar kita bisa melakukan leverage bagi pertumbuhan ekonomi dan juga menjadi daya ungkit bagi penyerapan tenaga kerja,” kata Menperin dalam keterangan resmi, akhir pekan kemarin.

Pemerintah berkomitmen memperkokoh fondasi program dan pencapaian yang telah berjalan demi menjamin keberlanjutan sektor manufaktur.

“Apa yang sudah dirintis oleh Pak Agus Gumiwang sebagai Menteri tentu harus kita lanjutkan. Kita akan teruskan apa-apa yang sudah dicapai dan apa yang sudah diletakkan akan kita perkuat kembali,” ungkapnya.

Jajaran kementerian didorong untuk lebih aktif memetakan potensi baru serta tidak ragu merancang ide besar bagi kemajuan ekonomi.

“Kita harus memiliki mimpi-mimpi besar di Kementerian ini. Kita harus membaca setiap peluang untuk meningkatkan sektor industri ini menjadi tumpuan bagi pembangunan kita. Mari kita berpikir mengenai opportunity, apa yang bisa kita lakukan untuk menjadikan sektor industri ini sebagai leverage bagi pembangunan ekonomi kita,” tuturnya.

Sinergi dengan para pelaku usaha dan pemangku kepentingan industri akan diintensifkan guna merumuskan regulasi yang adaptif.

“Nanti apa saja yang harus kita bicarakan, siapa saja yang harus kita temui, siapa saja yang kita ajak berkolaborasi, akan kita tentukan. Tetapi yang paling penting adalah mari kita membangun mimpi-mimpi besar, menjadikan sektor industri ini lebih kuat lagi,” ujar Sarmuji.

Budaya kerja inklusif tanpa sekat birokrasi siap diterapkan di internal kementerian demi memperlancar diskusi kebijakan.

“Jangan memberikan penghormatan berlebih kepada saya, jangan memberikan pelayanan berlebih kepada saya. Penghormatan dan pelayanan yang berlebih itu akan menciptakan sekat-sekat bagi kita semua, yang membatasi kita untuk bisa berdiskusi, berdialektika, memberikan masukan dan memberikan saran terhadap kebijakan-kebijakan yang akan kita ambil,” jelasnya.

O
OziPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan