Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiParlemenKata Soksi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Menperin Sarmuji Persilakan Anak Muda Kerja ke Luar Negeri, Asal Dibekali Pelatihan

✍️ Amun 🕒 15 Oct 2026
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji Foto: Istimewa

Soksinews.id – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mempersilakan anak muda Indonesia untuk bekerja di luar negeri. Namun, ia menekankan pentingnya pelatihan dan peningkatan keterampilan agar calon pekerja migran mampu bersaing serta memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional.

Menurut Sarmuji, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) telah menjalin kerja sama untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap bekerja di luar negeri.

"Teman-teman yang muda boleh kabur ke luar negeri, tapi setelah dilatih oleh P2MI dan Kementerian Perindustrian. Karena kalau jangankan kabur ke luar negeri, kabur ke luar rumah saja kalau nggak ada pelatihan nanti enggak bisa makan bakso, repot. Ayo kita luruskan keinginan kita, kita tetap berbakti kepada bangsa dan negara dengan posisi kita masing-masing," ujar Sarmuji di Balai Diklat Industri, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2026).

Sarmuji menjelaskan, pengiriman tenaga kerja terampil ke luar negeri dapat menjadi salah satu upaya untuk menjawab tantangan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri. Terlebih, perkembangan teknologi berpotensi mengubah kebutuhan tenaga kerja dan mengurangi penyerapan pekerja pada sejumlah sektor.

Di sisi lain, Indonesia memiliki bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi peluang apabila diimbangi dengan peningkatan kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri global.

"Kita punya bonus demografi, punya tenaga kerja produktif yang banyak yang kalau dilatih bisa mengisi lapangan kerja yang ada di luar negeri," jelasnya.

Ia mencontohkan Jepang, Korea Selatan, Qatar, dan Singapura sebagai sejumlah negara yang menghadapi tantangan demografi. Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mengirimkan tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan masing-masing negara.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Kemenperin dan Kementerian P2MI memperluas kerja sama pelatihan calon pekerja migran. Program ini tidak hanya melibatkan balai pendidikan dan pelatihan industri, tetapi juga politeknik, sekolah menengah kejuruan (SMK), hingga akademi komunitas di bawah naungan Kemenperin.

Sarmuji menyebutkan, kapasitas pelatihan yang dimiliki Kemenperin mencapai 11.000 orang per tahun. Sementara itu, sekitar 1.066 orang direncanakan mengikuti pelatihan melalui kerja sama kedua kementerian tersebut.

"Kapasitas kita setahun sebenarnya kita bisa mencetak sampai 11.000. Saat ini kerja sama, karena kemarin kerja samanya di ujung tahun, ada sekitar 1.066 yang insyaallah dilatih dengan kerja sama P2MI dan Kementerian Perindustrian," ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin mengatakan kebutuhan tenaga kerja Indonesia di luar negeri masih tinggi. Ia menyebut sejumlah kepala negara bahkan menyampaikan permintaan kepada Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia dapat mengirimkan pekerja untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di negara mereka.

"Bapak Presiden dalam pertemuan dengan negara lain selalu ditanya oleh kepala negara, 'Can you send?' Kapan kamu bisa? Dapatkah kamu mengirim pekerja dari Indonesia?" ujar Mukhtarudin.

Menurut Mukhtarudin, pekerja Indonesia memiliki reputasi yang baik di sejumlah negara tujuan. Namun, peluang kerja yang tersedia belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar internasional.

"Karena orang-orang negara sana senang dengan pekerja Indonesia. Tinggal bagaimana kita menyiapkan kompetensi. Sementara peluang kerja luar negeri kita besar, demand sangat tinggi, tapi supply kita terbatas," tutupnya.

A
AmunPenulis
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update

iklan